728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Kamis, 04 April 2019

Cap Jempol di Amplop "Serangan Fajar" KPK: Jangan di Politisasi




SulselNew.Online-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan cap jempol dalam amplop yang berisi uang suap ‎untuk ‘serangan fajar’ mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Hingga malam ini, sudah ada tiga kardus berisi amplop suap serangan fajar Bowo yang dibongkar KPK dan semua amplopnya ada tanda cap jempol.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meminta agar temuan cap jempol dalam amplop berisi uang suap serangan fajar Bowo tersebut tidak ditarik ke politik praktis menjelang Pemilu 2019, yang tinggal menghitung hari. Febri menegaskan temuan cap jempol tersebut murni penegakan hukum.

Sebelumnya, ‎KPK telah menyita 84 kardus berisikan uang dugaan suap sebesar Rp8 miliar yang sudah dipecah menjadi Rp50 ribu dan Rp20 ribu dalam 400 ribu amplop putih di Kantor Inersia. Uang dugaan suap tersebut diduga akan digunakan Politikus Golkar, Bowo Sidik ‎Pangarso untuk serangan fajar di Pemilu 2019.

Bowo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

#2019 Sumber:  news.okezone.com
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Cap Jempol di Amplop "Serangan Fajar" KPK: Jangan di Politisasi Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan