728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Minggu, 21 Juli 2019

Video Massa Aniaya Petugas Karena Konflik Lahan


SulselNews - Penggiat media sosial dihebohkan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dua orang berseragam TNI dianiaya oleh puluhan massa bersenjata. Dalam video itu terlihat dua orang TNI dipukuli dan ditendang. Satu diantaranya bahkan dipaksa melepas baju hingga kepala dan mukanya tampak mengeluarkan darah.

Peristiwa tersebut lokasi berada di mess Distrik VIII PT Wirakarya Sakti (WKS) yang terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Sejumlah anggota TNI bersama polisi dan Satgas Karhutla di Jambi memang tengah diturunkan untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. Di mana Jambi menjadi salah satu daerah di Sumatera yang juga rawan kebakaran hutan.

Pelaku penyerangan tersebut adala kelompok yang menamkan dirinya Serikat Mandiri Batanghari (SMB)-salah satu kelompok petani yang ada di Jambi. 

SMB disebut-sebut dipimpin atau diketuai oleh seseorang bernama Muslim beranggotakan lebih 70 orang. belakangan juga dilaporkan ikut ditangkap oleh polisi atas insiden itu.

Seorang penasehat Persatuan Petani Jambi (PPJ) yang bernama Aidil, kelompok SMB yang diketuai Muslim adalah sempalan dari PPJ. Bahkan Aidil mengaku pernah bergabung bersama kelompok Muslim hingga 2017.

kelompok SMB bentrok fisik dengan pemilik IUP HTR di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada Selasa (10/07/2019). Akibatnya, Kepala Desa Sengkati

Kemudian SMB beraksi lagi pada Sabtu (14/07/2019) dengan sasaran satuan tim pemadam kebakaran setempat, karyawan PT WKS, polisi, beserta anggota satuan tugas pemantauan kebakaran hutan-lahan Korem 042/Garuda Putih. Kelompok SMB yang bersenjata tajam ramai-ramai menganiaya mereka dan mengancam tentara dan polisi yang ditugaskan di sana itu.
Atas insiden tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menyatakan sudah menangkap sedikitnya 45 orang terduga pelaku penyerangan terhadap anggota Satgas Karhutla pada Kamis (18/7/2019) sore kemarin. Namun proses penangkapan terbilang dramatis karena mendapat perlawanan dari massa yang disebut-sebut masuk dalam anggota smb

Menurut Aidil, sejatinya baik pemerintah maupun petani sama-sama tidak ingin insiden keributan atau konflik berdarah. Namun ia menilai, kejadian itu merupakan buntut dari lemahnya pemerintah dalam upaya penanganan masalah agraria di Jambi.


"Ini sebenarnya konflik atau masalah yang sudah lama terjadi. Baik perusahaan, masyarakat. Namun tidak ada penyelesaian," ujar Aidil.Jumat (19/7/2019)dikutif dari suara.com

Ia pun sangat menyesalkan terjadinya insiden keributan yang melibatkan puluhan warga dengan anggota TNI, polisi dan Satgas Karhutla.

Meski demikian, Aidil enggan berkomentar banyak terkait insiden keributan itu. Ia beralasan, karena dirinya tidak ada di lokasi dan tidak terkait dengan sosok Muslim maupun SMB.

"Iya saya tidak bisa berstatement terkait insiden kemarin itu. Karena saya tidak di lokasi dan saya di sini hanya sebagai penasihat PPJ," kata Aidil.


Pada aksi tersebut Kelompok Muslim Cs diduga membawa sekitar 50 pucuk senpi rakitan dan membawa senjata tajam jenis golok dengan tuntutan mengosongkan Kantor Distrik VIII PT WKS.  Akibat penyerangan tersebut disertai aksi pembakaran lahan seluas 10 hektare.

sejumlah korban luka-luka. tiga anggota TNI dan dua orang polisi yang tergabung dalam Satgas Karhutla harus mendapat perawatan medis.

Kepala desa ( Kades) Sengkati Baru, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi, Herdianto mengatakan, penyerangan demi penyerangan yang di lakukan kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) ke berbagai pihak termasuk dirinya sudah seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Untuk itu, Herdianto meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku penganiayaan yang dilakukan kelompok SMB terhadap dirinya.

Diketahu saat ini Petugas gabungan tentara dan polisi masih terus mengejar kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB), di hutan Distrik VIII, Kabupaten Batanghari, Jambi, walau sudah ada 45 anggota kelompok itu yang ditangkap pada hari Kamis (18/07/2019).
personel gabungan tentara dan polisi yang dikerahkan berjumlah sekitar 500 orang untuk mengejar kelompok SMB. Mereka terdiri dari Batalion Raider 142/Ksatria Jaya yang masuk dalam pembinaan Korem 042/Garuda Putih, satuan Sabhara Polda Jambi, dan Brigade Mobil Polda Jambi. 












Red: Alf
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Video Massa Aniaya Petugas Karena Konflik Lahan Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan