728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 20 Agustus 2019

Bentrok Warga Makassar dengan Papua di Makassar Karena Kesalah Fahaman



SulselNews.Online-Sejumlah mahasiswa Papua yang tinggal di Asrama Papua Jalan Lanto Dg Pasewang terlibat bentrok dengan sejumlah masyarakat sekitar lokasi.  Bentrokan terjadi di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Lanto Dg Pasewang, Senin (19/8/2019) sekira pukul 18.50 Wita.

Awal terjadinya bentrokan dipicu atas kesalah fahaman yang terjadi antara warga Papua dan Warga kota Makassar.  Oleh karena itu terjadilah saling lempar antara warga Makassar dan Warga Papua.  

Dari keterangan salah satu warga makassar bernama Agussalim yang turut hadir dalam dialog antara warga Makassar dan Warga Papua mengungkapkan bahwa sebenarnya kejadian bentrokan semalam tidak perlu terjadi dan bisa dihindari hanya saja ada salah satu provokator dari Warga Mahasiswa Papua yang memicu bentrokan tersebut.

Menrutnya, awalnya kedatangan mereka ke Asrama Papua hanya untuk memberikan rasa aman kepada warga Papua di makassar sekalian ingin mempertanyakan perihal Aksi Demo Warga Papua sore harinya, agar jangan memicu adanya bentrokan antara warga papua di Makassar.

"Sekitar pukul 18.30 wita, setelah Shalat Maghrib kami ke Asrama Papua dengan maksud menenangkan dan memberi rasa aman kepada adik-adik kita yang menghuni Asrama Papua yang telah melakukan Demo Sore harinya," katanya.

Memang diketahui sebelumnya bahwa warga Papua melakukan aksi damai. Mereka mengancam akan pulang kampung beramai-ramai. Mahasiswa mendesak petugas kepolisian untuk memproses hukum oknum provokasi yang tidak bertanggungjawab atas penahanan mahasiswa Papua di Surabaya.

"Kami diterima dengan hangat di halaman Asrama (bahkan kami sempat bersalaman) karena kami tidak diizinkan masuk ke dalam Asrama dengan alasan pengurus Asrama sedang tidak ada di tempat," lanjutnya.

Dialaog itu berlangsung damai sekitar beberapa menit untuk menjelaskan maksud kedatangan warga.  Jumlah warga yang mendatangi Asrama papua sekitar 17 orang tersebut saling bersalaman dengan warga papua yang jumlahnya sekitar 10 orang dan bercanda awalnya.  Namun tiba-tiba sesorang dari Asrama Papua berteriak-teriak dan meamaki warga bahkan mengusirnya untuk keluar halaman Asrama.

"Pada saat kami menjelaskan maksud kedatngan kami, tiba-tiba ada salah seorang (mengaku) Mahasiswa Papua dengan nada kasar mengusir kami bahkan dengan nada provokatif menantang duel salah seorang yang ada di lokasi (halaman Asrama) sehingga ada sebagian teman-teman yang hadir tidak terima dengan pengusiran tersebut," ungkap Agus jelas.

Inilah awal kesalah fahaman tersebut yang pada akhirnya terjadi saling serang.  Pada mulanya Warga Papua yang ada dalam Asrama mengusir dan mengejar Warga keluar halaman Asrama Papua dengan lemparan batu. Jumlahnya banyak bukan lagi 10 orang.  
Warga Makassar keluar halaman asrama dan menghindari lemparan tersebut.  Namun Warga lainnya disekitaran lokasi juga tidak terima atas pelemparan tersebut akhirnya jumlah Warga semakin banyak dan menyerang Asrama Papua dengan lemparan batu pula.

"Kami juga heran yang diluar (di halaman) sekitar 10 orang,  tapi saat terjadi rusuh tiba-tiba jumlah mereka semakin banyak entah dari mana," jelas Agus

Dari informasi yang dihimpuun SulselNewsOnline, bahwa ada informasi yang diterima warga makassar bahwa warga sulsel yang berada di Papua dan sekitarnya di intimidasi sebagai warga pendatang.  Mereka dikabarkan takut keluar rumah untuk beraktifitas, namun warga Makassar tidak lantas menerima Informasi itu dengan benar.  Ini adalah salah satu gerakan warga Makassar untuk tidak menyerap informasi yang kebenarannya belum pasti.  Intinya Warga menginginkan berdialog bersama warga Papua agar tetap memberi rasa aman semua pihak termasuk warga Papua agar tetap merasa aman di Makassar dan tidak membuat gerakan yang bisa memicu bentrokan. 

Baca Juga KERUSUHAN DI MONOKWARI BUNTUT DARI PENANGKAPAN WARGA PAPUA DI SURABAYA

Dengan kejadian tersebut, Agussalim sebagai mediator warga merasa kecewa dan menyesali kejadian tersebut.  Ia berharap agar bentrokan itu tidak dijadikan bahan Provokasi utamanya bagi media-media Mainstream yang menginginkan perpecahan dan mendeskriditkan kelompok, pihak pemerintah dan ormas-ormas tertentu yang tak lain tujuannya hanya ingin mengadu domba Masyarakat Papua dengan Masyarakat Propinsi lainnya.

Dalam kejadian tersebut petugas Kepolisian gabungan dari Polrestabes Makassar, Polsek Makassar dan Polsek Mamajang turun mengamankan situasi dengan memasang garis polisi.  Terlihat Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mencoba melakukan mediasi dengan massa bentrokan sekira pukul 19.55 Wita yang akhirnya berlangsung aman dan kondif. Bahkan dikabarkan Gubernur Nurdin Abdullah juga turun memediasi warga Papua untuk tetap tenang dan merasa aman di Makassar.

Red: Andi
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Bentrok Warga Makassar dengan Papua di Makassar Karena Kesalah Fahaman Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan