728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 20 Agustus 2019

Papua Minta Refrendum, Minta Merdeka, Siapa Penunggangnya ?



SulselNews-Kerusuhan di Papua tidak hanya dipicu masalah rasisme di Surabaya dan Malang, tetapi juga ditunggangi oleh kelompok lain yang menginginkan Papua merdeka.

Pengamat terorisme dan intelijen Harits Abu Ulya menduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) turut menjadi dalang dalam kerusuhan Papua. Faktanya, pada saat kerusuhan ada bendera OPM berkibar.

BACA JUGA : BENTROK WARGA MAKASSAR DENGAN PAPUA DI MAKASSAR KARENA KESALAH FAHAMAN

“Sangat mungkinlah, itu kesempatan untuk mereka,” papar Harits 
 yang dikutif dari pojoksatu.id

Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) tersebut menyampaikan kasus mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang hanya bagian dari pemantik saja bagi kelompok-kelompok yang menginginkan perpecahan di Papua.

“Pemantik itu bisa saja by design oleh oknum-oknum tertentu di saat ada momentum yang tepat. Aparat perlu memburu sumber-sumber pusat provokasi,” paparnya.

Peristiwa bentrok itu merupakan buntut dari penghinaan bersifat rasial terhadap warga Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus 2019. Hal ini dipicu oleh dugaan pelecehan terhadap bendera merah putih.

Pada saat hari yang sama video Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, viral di dunia maya. Video itu viral karena Hery menyebut Papua sebagai tanah kedua Israel.

Dalam video berdurasi 43 detik itu, Hery Dosinaen mengklaim pernyataannya mewakili atas nama Gubernur Papua. Dia meminta warga Papua pada 15 Agustus berdoa bagi bangsa ini.


Berikut ini kutipan perkataan Hery dalam video tersebut:

Atas Nama Gubernur Papua saya mengimbau kepada seluruh masyarakat di tanah Papua, di lembah, pantai, gunung, rawa, sungai, mari pada tanggal 15 Agustus 2019, kita sisihkan waktu 1 jam untuk berdoa bagi bangsa ini, untuk berdoa bagi tanah Papua, Tanah Israel Kedua, The Second Land of Israel. Saya yakin dan percaya, dengan hati yang tulus kita mendoakan tanah ini. Saya yakin Papua pasti bangkit, maju, mandiri, dan sejahtera, serta berkeadilan.

Menurut beberapa pengamat bahwa ini juga sebagai pemicu terjadinya kerusuhan yang anarkis di Papua. Dibuktikan pula pada saat kelompok Massa yang melakukan demonstrasi didepan kantor Gubernur Papua  19/8/19, salah seorang Orator Wanita yang menyerukan Refrendum untuk kemerdekaan Papua.

Red: Alf

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Papua Minta Refrendum, Minta Merdeka, Siapa Penunggangnya ? Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan