728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Rabu, 14 Agustus 2019

Tumbuhan Penyembuh Kanker Asal Indonesia Telah Diakui Dunia

Obat Kanker, Tumbuhan Bajakah

SulselNews-Penemuan sebuah tanaman langkah yang diyakini mampu melenyapkan sel-sel kanker dalam tubuh manusia meski pada stadiun Empat.  

Penemuan awal ini adalah seorang warga Dayak yang bernama Daldin, warga suku Dayak asli di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang menyampaikan pertama kali. Ia pula yang memberi nama tumbuhan ini. Kisahnya bermula pada 1970-1980-an. Di kurun waktu itu, ibunda Daldin menderita kanker payudara. Menurut dokter, levelnya sudah stadium 4. Saat itulah ayah Daldin pergi ke hutan dan mencari tumbuhan ini untuk kemudian direbus dan airnya diberikan kepada sang istri. Kondisi ibu Daldin saat itu sangat memprihatiankan. Sejumlah bagian tubuh yang terkena kanker bahkan sudah mengeluarkan nanah. Namun, sepekan meminum rebusan tumbuhan itu, perubahan mulai tampak. Luka pada payudara sang ibu membaik. 

Sebulan setelahnya, luka tersebut sembuh total. Ibunda Daldin kini sehat walafiat. Dokter menyatakan bahwa kanker yang sebelumnya menggerogoti sang ibu telah hilang sepenuhnya. Wawancara lengkapnya pada Program AIMAN yang tayang Senin 12/8/2019 pukul 20.00 di KompasTV 

Baca Juga: Cara Ampuh Membentengi Diri dari Sihir

Pohon ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang kuat dan cukup besar. Ia bisa merambat pada ketinggian 5 meter lebih hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya. Akarnya menghujam di dasar aliran air lahan gambut. Satu hal lagi tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun di mana sinar matahari tak banyak masuk, tertutup rimbunnya hutan.

Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak


Obat Kanker Tumbuhan Bajakah

Pohon ini mendadak populer setelah Dua orang Siswi SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Timur membuat karya Ilmiah Tentang Tanaman Penyembuh Kanker dan mengikutkannya dalam ajang lomba Kompetisi Life Sciense World Invention Creativity Olympic ( WICO ) di Sol Korea Selatan pada 25 Juli 2019.  Hasil dari kompetisi tersebut, Dua Siswi atas nama Aysa Aureallya Maharani dan Anggina Rafitri tersebut berhasil menjadi juara puncak yang sekaligus mendapatkan Medali Emas.  Ini sekaligus boleh dikatakan bahwa hasil Karya Ilmia Tiga Siswi tersebut bahwa dunia Internasional telah mengakui Tumbuhan Bajakah Asal Indonesia merupakan Tanaman Penghancur Sel-sel Kanker yang sangat ampuh.

Berawal dari informasi dari Yazid mengatakan bahwa ada sebuah tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang kerap digunakan keluarganya bisa menyembuhkan kanker, Bahkan kanker ganas stadium empat sekalipun.  

Ketiga siswa memutuskan untuk memulai pembahasan awal yang lebih serius mengenai Tumbuhan Bajakah tersebut. Penelitian diawali dengan uji pendahuluan di laboratorium sekolah.
Lalu penilitian dilanjutkan dengan uji sampel penelitian lanjutan, yang menggunakan dua ekor mencit atau tikus betina atau tikus kecil berwarna putih, yang sudah di induksi atau disuntikan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.


Tumbuhan Bajakah, Pohon Penyembuh Kanker

Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan pada tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala.
Mereka lalu memberikan dua penawar atau obat yang berbeda terhadap kedua tikus. Satu tikus diberikan bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan ke tikus. Sementara tikus laiinnya diberikan air rebusan yang berasal dari kayu Bajakah.

HelitaGuru pembimbing siswa yang merupakan guru biologi menceritakan bahwa Setelah memasuki hari ke 50, mencit yang diberikan air penawar dari bawang dayak mati, sementara mencit yang diberikan cairan kayu Bajakah, tetap sehat bahkan justru bisa berkembang biak.

Dari hasi pengujian laboratorium, tanaman Bajakah terbukti mengandung 40 macam zat penyembuh kanker di antaranya saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid dan terpenoid.

Berdasarkan hasil tertulis uji laboratorium dari Universitas Lambung Mangkurat itu, ketiga siswa dibantu guru pembimbing, mengolah kayu Bajakah menjadi serbuk teh siap sedu untuk bisa dibawa ke ajang kompetisi yang akan diadakan di Bandung.
Pada 10 Mei 2019, guru pembimbing dan ketiga siswa sepakat untuk mengikuti perlombaan yang diadakan di Bandung.

Setelah sukses di Bandung, karya ilmiah dari ketiga siswa tersebut dipilih mewakili Indonesia, untuk tampil dalam perlombaan tingkat internasional dalam ajang World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Namun, dalam ajang selanjutnya Yazid tidak ikut, sehingga diwakilkan oleh dua rekannya, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani.

Konon, tanaman ini hanya ada di Kalimantan Tengah dan tumbuh dalam jumlah terbatas. Menurut Informasi yang didapatkan bahwa tanaman ini kemungkinan besar tidak bisa dibudidayakan karena kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang tumbuh di habitat aslinya

Bajakah diolah secara sederhana hingga dilakukan uji laboratorium resmi terhadap kandungan bajakah di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Mei 2019. Hasilya, akar bajakah terbukti mengandung antioksidan yang berlimpah dan bisa menjadi penyembuh kanker.



Menurut informasi dari masyarakat bahwa kemungkinan besar Tumbuhan Bajakah juga tumbuh dihutan sekitar Sulawesi hanya mungkin saja namanya berbeda sesuai nama asal daerahnya.  Diketahui bahwa struktur hutan yang ada dikalimantan hampir mirip dengan hutan-hutan di daerah Sulawesi khusunya Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Yang pasti ini adalah sebuah kesyukuran bahwa Kesembuhan pada penyakit apa pun adalah karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui perantaraan makhluk-Nya, bisa alam ataupun manusia. Oleh karena itu, tak berlebihan jika Hasil Karya Ilmiah 2 siswi SMA yang telah mempromosikan Tanaman ini ditindaklanjuti untuk kemanfaatan umat manusia, tanpa harus merusak alam.

@2019 Mh
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Tumbuhan Penyembuh Kanker Asal Indonesia Telah Diakui Dunia Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan