728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 06 September 2019

Pengeroyok Ibu Guru Di Gowa Ternyata Alumninya Sendiri



SulselNews.Online-Pelaku pengeroyokan Ibu Guru SD di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang viral kini ditetapkan jadi tersangka.  Polisi menetapkan dua perempuan kakak adik  tersebut berdasarkan laporan dari pihak sekolah. Adapun motifnya karena mereka tak terima cara korban menyelesaikan perkelahian adik mereka di dalam kelas.

Untuk diketahui, ternyata kedua tersangka adalah kakak kandung dari salah seorang siswa yang terlibat perkelahian pada 4/9/19 kemarin. Keduanya, merupakan kakak beradik, APR (17) dan NV (20), yang melakukan penganiayaan terhadap Astiah, pengajar di SD Pa’bangngiang, Somba Opu, Gowa

“Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini, 5 September 2019. Penganiayaan yang terjadi di depan anak didik, dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak tersebut,” ungkap Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Kamis 5 September 2019 didepan awak media.

Baca Juga



Kronologis kejadian sebenarnya adalah adanya perkelahian Dua siswa sekelas sehari sebelumnya. informasi pertengkaran antar murid ini direspon secara tidak etis oleh salah seorang orang tua siswa bersama kedua pelaku . dengan mendatangi sekolah dan masuk ke dalam kelas lantas menjewer murid yang menjadi lawan anaknya. Sambil marah-marah dengan nada emosi, ibu pelaku kemudian membawa murid tersebut menemui kepala sekolah.

Saat tiba di ruangan Kepala sekolah menegur ibu kedua pelaku, agar masalah tersebut tak usah diperpanjang, namun ibu tersangka kembali marah-marah saat bertemu kepsek dan meminta agar masalah pemukulan diselesaikan di ruang kelas.

Saat mereka bertiga kembali ke kelas bersama murid-murid, ibu tersangka, Gin kembali melakukan kekerasan, namun Ibu Guru Astiah menghalang-halangi untuk tidak melakukan kekerasan terhadap siswanya. Saat itulah NV emosi dan menyerang Ibu Astiah.  Melihat hal itu, tersangka APR (17) jadi emosi kemudian ikut menyerang. Mereka mengeroyok korban di ruang kelas, hingga berujung pada penganiayaan.  Astiah mengalami luka memar di wajahnya akibat dicakar oleh kedua pelaku.

Kedua pelaku ditangkap di rumahnya pada Rabu malam (4/9/2019) sekitar pukul 21.30 Wita. Keduanya tidak melakukan perlawanan saat digelandang ke Polres Gowa.



“Para pelaku ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini, 5 September 2019. Penganiayaan yang terjadi di depan anak didik, dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak tersebut,” Ungkap Shinto Silitonga.

Kadisdik Sulawesi Selatan merespon kejadian itu dan menyayangkan mengapa mesti terjadi, Mereka telah melakukan kekerasan di lingkungan sekolah, bahkan di depan puluhan murid, padahal menurut Irman YL, Ada ruang yang memang tidak bisa diintervensi orang tua, yakni di dalam kelas. Dia menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh para pelaku, terlebih saat proses belajar mengajar berlangsung.

"Masing-masing guru pasti punya kekurangan. namun mereka punya nilai lebih yang harus diapresiasi, yakni meningkatkan kemampuan siswa-siswi di kelas. Seorang guru, Anak murid jumlahnya puluhan orang.  Minimal ada 36 anak di dalam kelas, dan mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Beban guru itu sangat berat," jelas irman didepan para wartawan ketika mengunjungi SD Paba'ngiang Gowa 5/9/19.

Kedua pelaku kini dijerat dengan Pasal 170 (1) KUHPidana dengan ancaman pidana minimal 7 tahun penjara. Adapun penyidik kini menyita sejumlah barang bukti dari pelaku, diantaranya, 1 lembar kaos hitam, 1 lembar baju kaos abu abu, dan 2 lembar celana jeans sesuai apa yang dikenakan saat kejadian atau seperti yang terlihat dalam video viral tersebut.

Baca Juga



Sementara itu dari informasi identitas para pelaku ternyata menurut pernyataan Kepala SD Inpres Pabangiang, Nurjannah  menjelaskan atas kekerasan yang dialami salah seorang tenaga pengajar di sekolahnya dilakukan oleh NV (20) dan APR (17) yang tak lain adalah alumninya sendiri.

Meski demikian, NV mengaku tidak mengenal Astiah selaku korban, ketika dirinya masih duduk di bangku SD. Ketika itu,
Astiah belum tercatat sebagai pendidik di SDN Pa'bangngiang Kabupaten Gowa.  Katanya "Belum pi mengajar itu guru na saya tamat sekolah pak."

Walau kedua pelaku ini mengaku menyesali atas kejadian yang dilakukan terhadap guru, yang Keduanya juga merupakan alumni sekolah tersebut akan tetapi hukum harus ditegakkan.

“Saya sangat menyesal terkait kejadian ini, dan meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya yang kemarin, kepada guru serta publik. Betul, iye saya juga alumni di situ, tapi guru itu, bukan,” demikian pengakuan NV.

@2019; Alf
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pengeroyok Ibu Guru Di Gowa Ternyata Alumninya Sendiri Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan