728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Rabu, 25 September 2019

Polisi Yang Menangkap Mahasiswa Dalam Masjid Syuhada45, Dianggap Keterlaluan






SulselNews.Online-Beredarnya Video oknum polisi masuk masjid mengejar dan menangkap mahasiswa yang beredar di grup-grup WA itu terjadi di Masjid Kantor Kejaksaan Tinggi Makassar. Kantor ini terletak di samping Gedung DPRD Sulsel.  Pihak Polda Sulsel membenarkan peristiwa itu meski awalnya mengatakan Hoax.

Ada dua video yang beredar, berdurasi 7 detik dan 22 detik. Dua video tersebut menggambarkan beberapa polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm dan bersepatu menangkap sejumlah orang yang diduga mahasiswa pendemo di dalam masjid.  Ada suara perempuan berlogat khas Makassar terdengar dari video tersebut. 

Beberapa mahasiswa yang ditemui pada Selasa malam 24/9/19 didepan kampus Unibow saat masih berlangsunya bentrokan pukul 20.23 Wita, mengatakan bahwa Video oknum polisi masuk masjid menangkap mahasiswa itu adalah keterlaluan.  Mereka mengakui mendapatkan video itu dari kiriman teman-teman sesama Mahasiswa.

'Tindakan itu sangat keterlaluan, kemungkinan Oknum tersebut tidak beragama Muslim.  Orang yang beraga Muslim sangat menghormati Masjid sebagai Rumah Allah." katanya berapi-api.

Para Masiswa juga mengaku merasa terkejut melihat kejadian seperti itu, karena setahunya kejadian seperti itu selama ini hanya terjadi di daerah Palestina oleh Oknum Polisi Israil. Seperti juga pada jaman Penjajahan dimana para pejuang dikejar dan ditembaki dalam Masjid, namun lain halnya saat ini yang sudah dalam masa Kemerdekaan.  Tak mungkin lagi ada pihak Keamanan yang bertindak anarkis seperti itu.

Lain lagi tanggapan seorang Alumni UMI Makassar, yang dimintai tanggapannya via handphone.  Ia mengatakan kejadian seperti ini pernah terjadi di Makassar yakni saat peristiwa Amarah ( April Makassar Berdarah ) 24 April tahun 1996 sebelum reformasi Mei tahun 1998, dimana dalam sejarah peristiwa AMARAH saat itu pihak keamanan mengejar menembaki para Mahasiswa yang berada dalam Kampus, dalam ruangan perkuliahan sampai beberapa lantai dan bahkan dalam Masjid.  

Ia menyebutnya tindakan aparat saat itu sebagai salah satu pemicu terjadinya Gelombang Demonstran para Mahasisiwa yang semakin besar yang berlangsung selama kurang lebih seminggu yang melumpuhkan kota Makassar.  Peristiwa itu awalnya dipicu oleh Aksi Para Mahasiswa yang memprotes kenaikan tarif Angkutan Kota yang dianggap sangat memberatkan bagi pengguna Angkot khususnya para Mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulsel Kombes Dicky Sondani sempat membantah soal kebenaran video petugas Polisi bersepatu yang menyisir hingga ke dalam masjid. Melalui pesan di grup WhatsApp bersama awak media, Dicky menyebut video itu hoaks karena kejadiannya bukan di Makassar.

"Ini kejadian di petamburan jakarta. Rekan-rekan jangan menyebar fitnah. Nanti Allah yg membalasnya," kata Dicky.

Namun sekitar sejam kemudian Kombes Dicky Sondani mengklarifikasi ucapannya. Dia membenarkan kejadian itu di Makassar, tepatnya di masjid Syuhada 45 samping Kantor DPRD Sulsel.  Dicky menerangkan, rekaman itu memuat kejadian setelah demonstrasi ricuh. Anggota Polisi mengejar mahasiswa peserta demonstran karena diduga melempari aparat dengan batu. Di antara mahasiswa ada yang bersembunyi di masjid.

"Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya petugas menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid," kata Dicky.

Kronologis kejadian menurut versi polisi bahwa anggota sedang melakukan pengamanan demosntaran di kantor DPRD Sulsel, personil polisi dilempari batu oleh para  Mahasiswa, saat itu pengejaran pun dilakukan, para mahasiswa yang jadikan masjid sebagai taimeng agar tidak ditangkap, saat itu pun petugas lakukan penangkapan terhadap mahasiswa tersebut.

Soal petugas yang mengejar mahasiswa hingga ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu, Dicky menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pihak Polda berjanji bakal mencari oknum Polisi dalam video itu.

"Polda Sulsel mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden tersebut. Oknum yang melakukan tindakan berlebihan akan diproses secara hukum, namun mahasiswa pelaku pelemparan juga akan diproses secara hukum. Propam segera melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut," tegas Dicky.




  @2019; Alf
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Polisi Yang Menangkap Mahasiswa Dalam Masjid Syuhada45, Dianggap Keterlaluan Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan