728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 10 September 2019

Rahmat Taqwa, Tersangka Kasus Narkoba Tetap Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kota Makassar




SulselNews.Online-Rahmat Taqwa Legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tetap dilantik sebagai anggota DPRD Kota Makassar bersama dengan 49 orang lainnya, dalam prosesi pelantikan anggota periode 2019-2024 yang berlangsung di kompleks Gedung DPRD Kota Makassar, Senin (9/9/2019).

Pelantikan dan pengambilan sumpah 50 anggota legislatif terpilih tersebut termasuk didalamnya Rahmat Taqwa, digelar di ruang paripurna, lantai III, gedung DPRD Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar.

Menurut Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar, anggota DPRD Makassar yang dilantik hari ini tidak ada perubahan sesuai hasil penetapan Caleg Terpilih yang dilaksanakan di Hotel Claro bulan lalu.

"Semoga wakil rakyat yang dilantik hari ini amanah, dan benar-benar menyuarakan aspirasi rakyat," kata Gunawan.

Sebelum menjelang pelantikasn, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menetapkan 50 anggota terpilih DPRD Kota Makassar. Anggota legislatif terpilih tersebut disahkan melalui rapat pleno di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan.Sabtu 10 Agustus 2019. Penetapan tersebut merupakan peraih suara terbanyak di lima daerah pemilihan di Makassar. Suara dikumpulkan berdasarkan hasil rekapitulasi berjenjang pada 153 kelurahan dan 15 kecamatan.

Menyangkut caleg terpilih dari PPP atas nama Rachmat Taqwa yang kini jadi tersangka kasus narkoba dan ditahan Polrestabes Makassar tetap ikut dilantik, karena memang tak ada alasan untuk tidak dilantik.

"Tetap dilantik. Tidak ada alasan untuk tidak melantik, karena bersangkutan tetap memenuhi syarat untuk dilantik sebagai anggota DPRD Makassar," jelasnya.

Rachmat Taqwa jadi tersangka karena ketangkap miliki narkoba dalam sebuah kamar di lantai 3 rumahnya pada 20 Agusutus silam. Polisi menemukan sejumlah barang bukti yang di antaranya 2 saset sabu, 2 linting tembakau sintetis, hingga sejumlah alat komsumsi sabu

Sesuai dengan undang-undang, selama belum inkrah itu memang diperbolehkan untuk ikut pelantikan.  Namun diketahui rahmat tak hadir dalam pelantikan dan diwakili oleh sang  isteri.

Berdasarkan mekanisme pengambilan sumpah terhadap anggota legislatif terpilih bisa dilakukan secara bersama-sama atau terpisah.  Hal ini sesuai dengan pasal 346 UU No. 27 tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD serta pasal 6 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD.


Pasal 346 UU No 27 berbunyi;

(1)Anggota DPRD kabupaten/kota sebelum memangku ja tahun2009batannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama yang dipandu oleh ketua pengadilan negeri dalam rapat paripurna DPRD kabupaten/kota.

(2)Anggota DPRD kabupaten/kota yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji bersama-sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengucapkan sumpah/janji yang dipandu oleh pimpinan DPRD kabupaten/kota.

(3)Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengucapan sumpah/janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan peraturan DPRD kabupaten/kota tentang tata tertib..


Pasal 6 Ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2010

Anggota DPRD yang berhalangan mengucapkan sumpah/janji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) dan ayat (4), yang bersangkutan mengucapkan sumpah/janji dipandu oleh ketua atau wakil ketua DPRD dalam rapat paripurna istimewa DPRD.

Sesuai peraturan undang-undang tersebut diatas, bahwa Rahmat Taqwa tetap memenuhi Anggota Legislatif yang siap untuk dilantik. Mengenai kasus hukum yang menimpa rahmat, ia bisa  diberhentikan jika kasusnya telah inkra dengan ancaman  hukuman penjara 5 tahun melalui mekanisme PAW.

Dalam Pasal 239 ayat (2) point c,  UU 17/2014 tentang MD3, disebutkan kalau pemberhentian antarwaktu salah satunya dengan alasan yang bersangkutan "dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Ketua bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar, Rahmawajid yang dihubungi  menyatakan membenarkan mekanisme tindakan KPU tentang pelantikan Rahmat Raqwa.

"Tindakan KPU. Saya anggap sudah betul tetap Rahman Taqwa, dilantik. Kami sebagai pengurus partai menyambut baik," katanya

Rahmawajid mengaku ingin mengusulkan ke partai agar Rahmat Taqwa diberi bantuan hukum.  Mengenai apa Rahmat Taqwa bersalah apa tidak, itu akan dilihat bagaimana berkembangan selanjutnya.

"Insya Allah saya sebagai Ketua OKK DPC PPP Kota Makassar akan mengusulkan partai memberikan bantuan hukum.  Nanti kita lihat.bagaimana perkembangan kedepan di pengadilan." ucapnya

Disinggung mengenai tersiarnya berita tentang pemecatan terhadap Rahmat Taqwa, Mantan Anggota Dewan Kota Makaassr Dua Periode ini mengatakan bahwa itu tidak benar. Jika ada pemecatan berarti itu ilegal.  Dan belum ada PAW untuk Rahmat Taqwa.

"Jika ada Pemecatan Bagi Rahmat Taqwa berarti itu ilegal, Karena tidak pernah adakan rapat pleno di perluas yang melibatkan semua pimpinan kecamatan serta  OKK. Seharusnya semua dimintai masukannya.  Saya sebagai ketua OKK sampai saat ini belum ada undangan resmi yang saya dapat dari partai. Kalau ada rapat itu di lakukan secara diam-diam PAW Juga belum ada," ungkapnya

Rahmawajid bahkan mengaku akan mengusulkan kepada partainya agar semua anggota partai harus di periksa apakah bersih dari narkoba disemua lepel tingkatan.  "Narkoba musuh kita bersama." pungkasnya

@2019; Andi
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Rahmat Taqwa, Tersangka Kasus Narkoba Tetap Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kota Makassar Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan