728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 27 September 2019

Warga Makassar: Aksi Mengecam Polisi Masuk Masjid Menangkap Mahasiswa Adalah Panggilan Hati Nurani


SulselNews.Online-Warga Makassar sulawesi selatan melakukan aksi damai didepan Monumen Mandala Jum'at 27 September 2019 mengecam oknum Polisi yang mengejar dan menangkap Mahasiswa tanpa melepas Sepatu Laras masuk ke dalam Masjid.

Pada aksi damai itu yang dihadiri sekitar 500 orang berlangsung cukup aman.  tak ada riuh pikuk. Massa mulai berkumpul di lokasi aksi sekitar pukul 14.00 WITA. Sejumlah orator silih berganti berorasi dari mobil komando.  Terlihat hadir Ketua DPW FPI Kota Makassar dan Beberapa Ketua DPC FPI se Kota Makassar. 

Sejumlah pihak keamanan berseragam lenkap terlihat mengawasi jalannya aksi, sambil mengatur lalu lintas yang sedikit mengalami kemacetan.  Tak ada mobil water Canon, hanya terlihat satu unit mobil Baracuda yang terparkir tak jauh dari lokasi aksi.

Selain ormas dari FPI yang hadir, banyak pula diantaranya tak mempunyai organisasi namun menyempatkan diri untuk turut serta dalam aksi tersebut. Salah seorang warga bernama Syamsuddin mengaku datang hanya karena hatinya terpanggil untuk mengecam oknum aparat keamanan yang dengan tidak pantas harus menangkap para Mahasiswa sambil bersepatu masuk Masjid. 

"Saya ini ikut aksi, saya tidak punya Organisasi, saya datang karena hati nurani saya terpanggil.  Saya sangat sedih melihat kejadian itu. saya mengecam perbuatan itu," ungkapnya.

Menurut Syamsuddin, pihak kepolisian dalam hal ini propam atau yang berwajib harus memberi Saksi, tapi itu tergantung instansi terkait, apakah oknum tersebut diberi sangsi atau tidak. Dia mengaku hanya datang untuk mensupport tuntutan para teman teman yang lain.

Lain lagi yang diungkap Arman, yang juga salah seorang warga yang turut aksi.  Ia merasa sangat geram dan kecewa terhadap oknum yang berbuat seperti itu.  Menurutnya Tempat Ibadah Masjid itu sangat dimuliakan, sampai-sampai ada sholat sunah Tahyatul Masjid (Memuliakan Masjid). sebagai ummat muslim beriman siapapun orangnya pasti terpangil dengan adanya oknum polisi berbuat seperti itu, apalagi dia itukan sebagai pengayom.

"Masjid itu sangat dimuliakan, sampai-sampai kita disunahkan melaksanakan sholat Tahyatul Masjid ketika masuk masjid. Kita sebagai ummat muslim dan beriman sipapun orangnya pasti terpangil dengan adanya oknum polisi, seperti itu, apalagi dia itukan sebagai pengayom masyarakat yang tak pantas berbuat seperti itu," katanya.

Dia juga mengibaratkan jika anak kecil saja yang masuk ke Masjid dan tak melepas alas kaki itu perlu diberi sangsi apalagi dia itukan sebagai aparat yang measti memberi contoh yang baik.  Untuk itu ia berharap Instansi terkait dalam hal ini propam memberi sangsi yang setimpal biar tidak menjadi berlarut-larut.




Perlakuan polisi bersepatu masuk ke dalam masjid Syuhada 45 tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Dua video yang beredar masing-masing berdurasi 7 detik dan 22 detik. Dua video tersebut menggambarkan beberapa polisi membawa tongkat, tameng, mengenakan helm dan bersepatu menangkap sejumlah mahasiswa yang melarikan diri kedalam Masjid saat pihak keamanan mengejarnya. Aksi itu terjadi pada Selasa 24/9/19.

Sehari sesudahnya Polisi yang dipimpin oleh Kasat Binmas Polrestabes Makassar AKBP Azhan pun sudah datang menemui imam masjid Syuhada 45 dan menyampaikan permohonan maaf pada Rabu (25/9/19) siang setelah terlebih dahulu Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulsel Kombes Dicky Sondani memohon maaf kepada Masyarakat atas kejadian tersebut meski sebelumnya sempat mengatakan bahwa Video itu adalah hoax.

Pihak polda juga mengklaim bahwa saat ini telah memeriksa secara internal anggota Shabara yang terekam video tersebut. Oknum polisi tersebut juga akan diberi sangsi sesuai dengan aturan internal Kepolisian.  Mengenai jenis sangsi yang akan diberikan tergantung dari pemeriksaan yang sedang berjalan.

Aksi mengecam oknum polisi bersepatu masuk masjid sempat diwarnai penutupan jalan Jenderal Sudirman oleh para penggelar aksi yang sebelumnya hanya menggelar orasi dan berkumpul ditepi jalan depan Monumen Mandala, Makassar. namun aksi penutupan jalan tidak berlangsung lama hanya berjalan sekitar 25 menit sebelum akhirnya membubarkan diri sekitar 15.07 Wita.


@2019. Isw
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Warga Makassar: Aksi Mengecam Polisi Masuk Masjid Menangkap Mahasiswa Adalah Panggilan Hati Nurani Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan