728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Minggu, 27 Oktober 2019

KPK Sulit Mengungkap Kasus Besar Yang Melibatkan Orang Penting Karena Ada Tekanan Dan Ancaman



SulselNews.Online-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui bahwa apabila kasusnya besar dugaan korupsi yang sangat tinggi maka penanganannya akan sangat susah dan biasanya prosesnya akan menjadi lama.

Sampaui ssat ini banyak tudingan yang mengarah ke KPK bahwa kasus-kasus besar yang dilimpahkan KPK tidak diproses bahkan beralih ke kasus yang lebih ringan, Ketua KPK Agus Rahardjo menampik tudingan tudingan tersebut jika pihak KPK sengaja diam pada beberapa kasus besar.

Ketua KPK tersebut mengakui bahwa terlalu berat mengungkap kasus-kasu besar apalagi melibatkan orang-orang penting. Jika KPK Menerima, kasus yang melibatkan tokoh-tokoh besar, maka penanganan sulit dilakukan.

"Kasus yang ditangani kalau kasusnya besar, melibatkan orang penting, orang besar, itu biasanya memang satu ya penanganannya susah sekali dan biasanya lama.," ungkap Agus kepada awak media di acara Gathering Media di Caldera Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Agus juga mengakui bahwa di dalam pengusutan itu diiringi dengan tekanan yang cukup kuat. Hanya saja, dia tak menyebut dari mana tekanan itu berasal dan terkait kasus apa.

"Pressure-nya cukup kuat, baik pada saya sendiri dan juga lingkungan saya, termasuk keluarga," tutur Agus.

Olehnya itu KPK pun mencari cara agar bisa mengunkap kasus itu. Akan tetapi itu membuatnya tidak mudah, jadi lama dan tampak mundur, padahal tidak, karena tekanan itu.  Bukan saja tekanan kepada para pimpinan KPK akan tetapi tekanan termasuk keluarga juga ikut dilibatkan.

"Baik pada saya sendiri maupun lingkungan saya termasuk keluarga," kata Agus.

Tapi Agus tidak merinci perihal tekanan yang diterima dari siapa. Yang jelas, hal itu nyata dan Agus yang mengaku takut., namun Agus menganggap hal itu merupakan tantangan dalam pekerjaannya.

"Jadi mau tidak mau harus diakui, ada. Kasusnya saya enggak perlu sebut satu per satu ya. Tetapi kasus yang besar, melibatkan tokoh besar itu biasanya memang complicated, waktunya panjang dan memberikan tekanan yang cukup besar," katanya.

Sesuai penelusuran SulselNews.Online bahwa pengunkapan Ketua KPK boleh jadi ada benarnya, sebu saja sebagai contoh  Rumah Dua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ATAU KPK Agus Rahardjo Dan Laode M. Syarif diteror DENGAN Benda mirip bom poada Rabu pagi, 9 Januari 2019. Orang Tak dikenal menaruh tas hitam Berisi Benda Serupa bom pipa tu di pagar kediaman Agus di Kawasan Bekasi Sementara rumah Laode ditaruh bom molotov.

Kemudian rentetan kejadian yang menimpa penyidik KPK, Afief Yulian Miftach pada pertengahan 2015. Rumah Afief di Jakamulya, Bekasi, pernah disatroni dua pria tak dikenal. Bolehusan mirip bom. Sepekan sebelumnya, ban mobil Afief ditusuk oleh seseorang.  Malamnya, rumah Afief dilempari telur. Kap mobil Afief, yang diparkir di halaman rumah, juga pernah melepuh karena disiram cairan kimia. Alief lah yang mengeluarkan laporan gendut perwira polisi, yang sempat membuat hubungan KPK dan Polri meruncing.

Ada teror yang dialami Novel Baswedan, Dua orang yang tidak dikenal menyiram Wajah dengan air keras pada 11 April 2017. Novel diserang seusai melaksanakan salat subuh di dekat rumah di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Siraman air korosif yang membuat mata kirinya rusak parah. Hingga kini, polisi belum menyetujui pelakunya.

Peristiwa teror itu bukan pertama kalinya buat Novel. Sebelumnya, Novel pernah ditabrak mobil tak dikenal, hingga tiga kali. Dua kali kena dan sekali salah orang. Dalam dua kali penabrakan yang tepat sasaran, Novel tersungkur dari sepeda motornya. Beruntung, penyidik ​​utama Komisi Pemberantasan Korupsi itu hanya mengalami luka ringan.

insiden ini juga telah menimpa Novel dalam menangani kompilasi dua kasus kakap pada pertengahan 2016. Pagi itu, berangkat menuju kantor KPK di kawasan Kuningan, Jakarta, Novel keluar dengan sepeda motor dari Rumah di kawasan Kelapa Gading. Di jalan yang membelah kawasan pertokoan, tak jauh dari rumah Novel, sebuah mobil Avanza menyeruduk.


Novel terpental dari tunggangannya hingga berguling-guling di jalan. Sementara si penabrak langsung kabur begitu targetnya jatuh. Walhasil, selama beberapa hari Novel tertatih-tatih masuk karena kaki kanannya rusak karena tertimpa sepeda motor. "Jalan masih lengang. Kalau tak sengaja, rasanya tak mungkin," begitu kata Novel saat itu. 

Menurut para pengamat bahwa kemungkinan kompilasi dan ancaman yang menimpa Pelaksana Tugas pemberantasan KPK itu tak lain adalah para oknum radikal yang bersembunyi dibalik kekuasaan institusi mereka.


@2019; Media


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: KPK Sulit Mengungkap Kasus Besar Yang Melibatkan Orang Penting Karena Ada Tekanan Dan Ancaman Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan