728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 29 Oktober 2019

Viral, Isteri Pertama Turut Mengundang Dalam Perkawinan Suami, Begini Ceritanya




SulselNews.Online-Viral surat undangan untuk menghadiri pernikahan suami beredar di Grup WhatsApp Makassar, di mana dalam undangan pernikahan itu istri pertama turut mengundang. Dalam undangan Pernikahan jelas disebutkan tempatnya digelar di Grand Town Hotel, lantai 6, Depan Toserba Pengayoman, Makassar, Sabtu (26/10/2019).

Dalam undangan tersebut dituliskan 'Dengan memomohon Rahmat dan Ridho Allah SWT, kami mengundang bapk, ibu, sdr(i), untuk ikut serta menyaksikan dan mendoakan acara Ijab Qabul pernikahan suami kami tercinta' 

Diketahui, Pengantin Pria, Drs Sulmankar, MM menikah untuk yang keduakalinya dengan seorang wanita, karyawati sebuah perusahaan di Makassar.  Sulmankar adalah seorang Pegawai Negeri Sipil di lingkup Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

Karena undangan pernikahan yang mengundang adalah Hj Kasmiati Sulmankar, S.Pd, istri pertama Sulmankar, akhirnya jadi viral dan menjadi perbincangan di media internet.

Kasmiati Sulmankar berprofesi sebagai pengajar. Ia seorang Guru SMA Negeri di Makassar, sulawesi selatan

Hasil konfirmasi yang kami dapatkan, Sulmankar membenarkan adanya surat undangan itu.  Dari keterangannya bahwa ia sendirilah yang membuat undangan tersebut.

"Iya itu benar undangan saya, itu memang benar," ungkapnya pada Senin (28/10/19)

Sulmankar mengakui undangan itu telah dikonfirmasi pada isteri petamanya dan juga atas persetujuannya.

"Isteri Setuju, karena istri saya yang meminta untuk nikah lagi," katanya.

Sebelum berlangsungnya pernikahan kurang lebih setahun lamanya, Sulmankar mengaku jika  calon istri yang karyawan swasta telah lebih awal diperkenalkan kepada sang istri dan setuju jika dimadu.  Ia menceritakan bahwa isteri pertama menyetujui dan yang calon isteri kedua juga siap. Poligami atau beristri dari satu itu adalah atas persetujuan keduanya..

"Kurang lebih satu tahun lamanya berkomunikasi, taaruf, saling kenal sebelum pernikahan kami diresmikan," jelasnya.

Mengenai undangan yang disebutkan bahwa yang membuat undangan adalah sang isteri pertama, Sulmankar juga membenarkan hal undangan yang dibuat oleh sang istri pertama; Hj Kasmiati Sulmankar, ini dilakukan untuk menghindari Fitnah.

"Jika saya yang mengundang, kuatir nanti ada fitnah. Kalau ibu yang mengundang, Insyaallah tidak ada lagi fitnah," katanya.

Mengenai siapa yang awal mula mengedarkan undangan via WhatsApp, Sulmankar tak menjelaskan, ia merasa terkejut juga jika undangan itu sudah beredar luas di Media Sosial.

Hj. Kasmiati Sulmankar, yang dikonfirmasi pada hari Senin dengan mendatangi sekolah tempat ia mengajar belum dapat ditemui karena sesuatu hal.  Menurut salah seorang yang dijumpai mengatakan jika Ibu Kasmiati lagi sibuk dan untuk sementara tak dapat ditemui.  

Menyangkut kabar yang mengatakan Ibu Hj, Kasmiati tengah menderita stroke yang sudah lama yakni sekitar 6 tahun, pihak sekolah tak mau menanggapi, ia menyarankan agar langsung saja bertemu dengan ibu Haji.





Bolehkah Pegawai Negeri Sipil Berpoligami ? 

Dasar Hukum Poligami

Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 jo Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri  Sipil.

Surat Edaran Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 08/SE/1983 dan Nomor 48/SE/1990  tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah  Nomor 45 Tahun 1990 jo Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 Tentang Izin Perkawinan Dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil

Laporan perkawinan dibuat rangkap tiga dan dilampiri :

Pegawai Negeri Sipil yang hendak melangsungkan perkawinan pertama wajib mengirimkan laporan perkawinan secara tertulis kepada pejabat melalui saluran hierarki. Laporan perkawinan harus dikirimkan selambat – lambatnya 1 (satu) tahun terhitung mulai tanggal perkawinan. Ketentuan tersebut berlaku juga bagi PNS yang duda / janda yang melangsungkan perkawinan lagi.
  
Salinan sah Surat Nikah /Akte Perkawinan  untuk tata naskah masing-masing instansi.

Pas foto isteri/suami ukuran 3×4 cm sebanyak 3 lembar

SANKSI

PNS yang tidak memberitahukan perkawinan pertamanya secara tertulis kepada Pejabat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan dilangsungkan, maka dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (sekarang Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010).

Syarat Poligami

PNS Pria dapat melakukan poligami, akan tetapi tidak demikian halnya dengan PNS wanita yang tidak boleh berpoliandri serta tidak boleh menjadi salah satu istri pria yang berpoligami. Namun, untuk seorang PNS Pria yang akan berpoligami, ada syarat yang harus dipenuhi, sebagai berikut.

Syarat PNS Pria Yang Akan Beristri Lebih dari Seorang

PNS yang akan beristri lebih dari seorang, wajib mendapat izin tertulis lebih dahulu dari Pejabat.

Setiap atasan yang menerima surat permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang, wajib memberikan pertimbangan kepada Pejabat.

Setiap atasan yang menerima surat permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang, wajib menyampaikan kepada pejabat melalui saluran hirarki selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan izin tersebut.

Setiap pejabat harus mengambil keputusan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai tanggal ia menerima surat permintaan izin tersebut.

Izin untuk beristri lebih dari seorang hanya dapat diberikan oleh Pejabat apabila memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat alternatif dan ketiga syarat kumulatif.

Syarat alternatif (salah satu harus terpenuhi)

Isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya, karena menderita sakit jasmani/rokhani.
Isteri mendapat cacat badan/penyakit lain yang tidak dapat disembuhkan.
Isteri tidak dapat melahirkan keturunan setelah menikah sekurang-kurangnya 10 tahun.

Syarat komulatif (semua harus terpenuhi)

Ada persetujuan tertulis secara iklas dari isteri dan disahkan atasannya.
PNS pria mempunyai penghasilan yang cukup.
PNS pria berlaku adil terhadap isteri-isterinya dan anaknya.

SANKSI

PNS dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 (sekarang Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010) bila:

Beristri lebih dari seorang tanpa memperoleh izin terlebih dahulu dari Pejabat.

Tidak melaporkan perkawinanya yang kedua/ketiga/keempat kepada Pejabat dalam jangka waktu selambat-lambatnya satu tahun setelah perkawinan dilangsungkan.

PNS Wanita Tidak Diijinkan Menjadi Isteri Kedua,  Ketiga,  Keempat:

PNS wanita tidak diizinkan menjadi isteri kedua/ketiga/keempat.

Seorang wanita yang berkedudukan sebagai isteri kedua/ketiga/keempat dilarang menjadi PNS.

PNS wanita yang akan menjadi istri kedua/ketiga/keempat dari pria bukan PNS wajib memperoleh ijin tertulis dari Pejabat dan memenuhi syarat sesuai Romawi V angka 3SE BAKN No. 08/SE/1983.

PNS Wanita yang menjadi istri kedua/ketiga/keempat dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1980.

 @2019: Her


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Viral, Isteri Pertama Turut Mengundang Dalam Perkawinan Suami, Begini Ceritanya Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan