728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Senin, 18 November 2019

Ini Himbauan Senior Organda Lamellong-Bone Dalam Insiden Pembunuhan di Cafe Bos UMI



RS-02-Insiden penyerbuan oknum sekelompok orang yang terjadi pada 12 November 2019 di Café Bos samping Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia kini masih dalam tahap peneylidikan meskipun Tiga orang tersangka telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka dengan pengaukuan tersangka Karena motif dendam.

Tiga kelompok yang disinyalir berada dalam alur cerita insisiden yang menewaskan seorang  Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2016 berinisial AF. Organda Lamellong-Bone, Mapala UMI dan Ipmil-Luwu inilah ketiga Kelompok diharapkan menenangkan suasana agar dapat membantu pihak kepolisian untuk mengungkap actor dan provokator siapaun yang terlibat didalamnya.

Salah satu senior kelompok Organda, Andi Irfan Amir merangkai sebuah kata-kata bijak dalam berbahasa bugis. yang disampaikan melaui WhatsApp 17/11/19 malam.

“Salamak assitobonengetta...pesse na peddi sitinro siri mammuare naribajai ACCA Akkaleng na paddoangeng. Pakkabalenna Allahu Taala maware napakkabalenna tolinoe!!!“

Selamat sebagai sesame orang Bone..Pedis lagi Sakit berbarengan rasa malu semoga dibacakan kepintaran dan akal serta dengan doa.  Pembalasan Allah SWT lebih Mulia Daripada Pembalasan Manusia”

Lebih lanjut Andi Irfan mengharap agar susana kampus tetap kondusif untuk memberikan kesempatan kepada adik-adik melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasanya. Ia menghimbau agar tak ada penyerangan atau  pertikaian didalam kampus saat ini lagi.

“Saya menyampaikan harapan kami sekiranya jangan ada penyerangan didalam kampus oleh anak, adikku to Bonewe (orang Bone),” himbau Andi Irfan

Alumni Fakultas Hukum Umi ini juga berharap agar semua pihak mensterilkan kampus dan menyerahkan pengusutan kepada pihak kepolisian akan tetapi tetap kawal secara kelembagaan dan secara hukum.

“Semua pihak harap sterilkan kampus.  Serahkan kpd pengusutan pihak kepolisian tetapi tetap kawal secara kelembagaan dan secara hukum,” lanjut Andi Irfan

Ia berharap agar semuanya taka ada yang terpancing dengan isus-isu yang berkembang akan adanya saling serang apalagi dengan sesama Etnis.

"Jangan mau di pancing degan terpaksa masuk pada caos massif antar etnis.” Katanya

Ia meminta kepada Ketua Kepmi Bone agar segera melakukan kordinasi, komunikasi intensif degan ketua-ketua organda lainnya agar bersama-sama amankan kampus di wilayah kampus masing masing, dalam hal ini Universitas Muslim Indonesia.

Lebih lanjut ia meminta secara kelembagaan dan intelektual kepada pihak birokrasi kampus untuk mengusut dan beri sanksi tegas kepada semua pelaku tanpa pandang bulu, termasuk yang ikut mengejar pada insiden 12 /11/19 ( sesuai video cctv ). Harapanya juga agar menindak tegas kepada UKM yg diduga terlibat dan tidak hanya sekedar spekulasi saja.

Ini harapan Andi Irfan kepada yang menuntut ilmu di Universitas Muslim “Agar kiranya adik adik bisa berproses intelektual secara aman damai dalam kebrsamaan satu almamater dan pencarian jati diri dalam keorganisasian yang positif sehingga mampu menjadi SDM yg bermanfaat untuk diri sendiri, agama keluarga, daerah dan bangsa.”

Sebagai uraian penutup, Andi Irfan kembali menguraikan himbauan kata-kata bijak dalam bahasa bugis, ini bunyiya:

" KEPADA KELUARGA DAN SAHABAT PADARANEKU YG SAMA PESSE NAPEDDIU ASSITOBINEU MALEBBIWI RI PAKE AKKALENG MADECENG NASALAMAKKI NAJAJI AKKATTAE RI NAWA NAWA , AJANA LALENG PURA LALOE,”

Kepada Keluar dan Sahabat Saudaraku yang sama merasakan Pedis dan Sakit sesama orang bone lebih elok memakai akal kebaikan agar selamat sampai ke tujuan yang diangan-angankan, Jangan Jadikan Jalan yang sudah Berlalu,’” tutup Andi Irpan.

Menanggapi himbauan tersebut, Salah satu eks Anggota Mapala UMI memberi nilai Positif hal tersebut. Andi Ms Hersandy memikirkan apa yang dipikirkan oleh mereka (Organda Lamellong-Bone) adalah sama yakni kebaikan dan menyelesaikan kasus ini ke ranah Hukum untuk diusut setuntas tuntasnya agar tak adalagi korban-korban berikutnya.

“Cukup baik, saya bangga dengan saudara-saudar saya di Bone yang bisa mengendalikan suasana tanpa anarkis dan mau menyerahkan kasus ini ke Ranah Hukum,” katanya

Andi Hersandy mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan adik saya (Andi Irpan-red). Menurutnya mereka saling memberikan masukan yang positif meski mereka berdua sebenarnya tidak aktif  dikampus UMI.  Apresiasi yang diucapkan kepada semua pihak yang mau berbenah diri dalam cerminan kasus ini terutama menurutnya saudara-saudara sesama orang Bone. Mereka menyepakati tentang kedamain kampus.

“Ya, saya saling komunikasi, meski ada sedikit saling emosional tapi kami berdua tentu menyadari itu.  Kami saling memberi masukan yang positif.  Saya kan dan Andi Irfan tidak Aktif di Kampus.  Tapi saya mengafresiasi semua pihak utamanya saudara saya sesame To Bone.  Kami tentu sama menyapakati adanya kedamaian yang kondusif dikampus,” jelasnya

Andi Ms Hersandy menceritakan pengandaian bahwa sebenarnya Insiden ini mestinya tidak terjadi andaikata Komunikasi saya dengan Organda Lamellong-Bone terselesaikan pada tanggal 28/10/19.  Menurut Andi, ia telah berusaha memfasilitas antara Mapala dengan Organda Lamellong-Bone untuk berdialog sehari setelah kejadian 29/10/19. Andi merasa tidak habis pikir kenapa mediasi itu tidak terlaksana pada saat itu.    

Mengenai tuntutan Organda Agar memberi sanksi kepada UKM yang terlibat, salah satu ketua DPC FPI di Makassar ini menjawab “itu tidak salah.  Tuntutan mereka itu ada benarnya, tidak boleh mencelah atau melarang mereka menuntut, Itu hak mereka apalagi mereka korban.  Letak masalahnya sekarang adalah pembuktian, Mampukah Mapala Membuktikan bahwa sebenarnya mereka tidak terlibat, itu yang harus dilakukan adik-adik saya di Mapala. Silahkan menempuh jalur Hukum,” tegas andi Hersandy.

Selanjutnya menurut Andi Hersandy, insiden tersebut tidak mestinya terjadi andaikata pihak rektorat cepat tanggap mengantisipasi permasalahan yang terjadi.  Kejadian awal 28/10/19 sebagaimana disampaikan andi hersandy bahwa pihak Rektorat sudah tahu, tapi mereka lambat mengambil langkah konkrit.  Menurutnya Rektor harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

3 Orang tersangka dalam kasus ini telah ditahan dan dijadikan tersang.  Dua diantaranya Positif menggunakan Narkoba.  Dua Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri dan Satu Fakultas Teknik.  Polisi terus mengembangkan kasus ini dan memburu para pelaku yang diduga berjumlah puluhan orang.

@2019; Alf

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ini Himbauan Senior Organda Lamellong-Bone Dalam Insiden Pembunuhan di Cafe Bos UMI Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan