728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Kamis, 14 November 2019

Ini Perkembangan Insiden Penyerangan Cafe Bos di Kampus UMI Makassar


RS-02-Perkelahian kelompok Organisasi daerah yang sering terjadi di Makassar  kini menelan korban lagi dengan tewasnya seorang dari  Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia  (UMI Makassar).

Aksi penyerangan itu terjadi pada tanggal 12 November 2019 pukul 16.30 Wita, dimana Diperkirakan ada sekitar 20 orang  melakukan penyerangan di Bos Café Kampus Dua UMI (Samping Fak. Hukum-Red) Jl. Urif Sumiharjo Makassar.

Salah satu senior Alumni Mapala UMI Makassar yang juga sebagai salah satu ketua DPC Front Pembela Islam di Makassar merasa sangat prihatin dengan kejadian tersebut, apalagi tersebar berita bahwa pelaku penyerangan adalah UKM Mapala UMI  Makassar.  

"Saya prihatinlah dengan kejadian ini, apalagi tersebar berita bahwa pelaku penyerangan adalah Mapala UMI, ungkap Andi Hersandy 13/11/19

Pemimpin Redaksi Tabloid HarapanRakyat, ini juga menyebutkan bahwa berita itu tersebar di media sosial dan diterbitkan oleh salah satu media online.  Kebenaran berita itupun ditampiknya oleh karena Ia mendapatkan informasi dari Ketua Umum Mapala UMI bahwa penyerang itu tidak benar dari anak-anak Mapala UMI.

"Saya juga terima Wa yang isinya kronolgis kejadian penyerangan yang terjadi di Kampus UMI, dan pelakunya anak-anak Mapala.  Tapi setelah saya meminta konformasi dari Ketua Umum Mapala UMI, ternyata itu tidaklah benar," jelasnya.

Andi berharap agar teman-teman Mapala UMI tetap tenang dan tidak berbuat sesuatu.  Diharapkan pengurus Mapala UMI untuk segera mengklarifikasi berita yang beredar agar tidak menjadi Fitnah.  Dikuatirkan ada sekelompok orang yang tidak suka keberadaan Mapala UMI sengaja membuat Isu untuk membenturkan Kelompok UKM dengan Kelompok Organda (organisasi Daerah).  Menurutnya, mereka pengurus MPL harus bertindak cepat untuk menghubungi semua pihak yang yang terkait termasuk pihak yang berwajib.

Dilansir dari harapanrakyat.online, Ketua Umum Mapala Umi telah mengkalrifikasi berita atas tudingan penyerangan di Cape Bos adalah anggota UMI.  Ketua MPL singakatan Mapala menampik tudingan tersebut.  Ia menyebutkan tuduhan tersebut sangat menyesatkan, keliru dan meresahkan.

"Informasi itu, sangat meresahkan, itu keliru, kami sangat resah, karena berita ini belum jelas kejadiaannya dan karena kejadian kemarin itu kami baru tahu setelah kejadian," katanya 13/11/19

Ketua Mapala UMI juga menyangkan adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan isu seperti itu. Ia menganggap Nama Mapala UMI ikut tercoreng oleh berita yang tak tahu darimana asal usulnya.

"Dan saya selaku Ketua Umum Mapala UMI Makassar merasa tercoreng yang nota benenya karena dari Mapala UMI sendiri tidak tahu menahu atas tragedi tersebut, sementara Anggota dari Mapala UMI sendri sibuk dengan kegiatan-kegiatan Internal organisasi ataupaun kampus yaitu festival UKM," jelasnya.

Menurut informasi yang kami dapatkan, setidaknya sudah ada sekitar 10 orang diperiksa sebagai saksi di Mapolrestabes  Makassar terkait insiden penyerangan yang terjadi hari Senin 12/11/19 sekitar pukul 16.30 Wita yang menewaskan Satu Orang dari kelompok Organisasi Daerah Lamellong-Bone.

Menurut pihak kepolisian bahwa ke Sepuluh orang yang dimintai keterangan masih berstatus Saksi dan belum ada yang dijadikan tersangka.

"Benar, sudah 10 orang yang dimintai keterangannya terkait insiden Penyerangan di Kampus UMI, namun mereka masih bersatatus sebagai saksi.  Nanti setelah diperiksa dan diteliti sebaik-baiknya, pihak reskrim akan menetapkan siapa tersangkanya," kata salah satu anggota Polrestabes Makassar yang dimintai konfirmasinya 13/11/19 via handphone.

Sampai berita ini diterbitkan, kami berupaya untuk mendaptkan konfirmasi dari Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, namun sayangnya belum kami dapatkan.

@2019; Alf


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ini Perkembangan Insiden Penyerangan Cafe Bos di Kampus UMI Makassar Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan