728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 15 November 2019

Korban Insiden Penikaman Di Kampus UMI Ternyata Ponakan Panglima Laskar FPI Bone



Alumni Senior Mapala UMI (Andi Ms Hersandy) , 
Senior Organda Lamellong-Bone (Andi Ollo Petta Guri).  Mereka sama-sama di FPI

RS-02-Kasus insiden penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi 12 November 2019 Hari Selasa lalu kini mulai mendapat titik terang apa motif sehingga insiden yang menghebohkan itu bisa terjadi. Sekitar 10 orang yang diperaksa oleh pihak kepolisian Polrestabes Makassar yang diamankan pada hari Rabu (14/11/19) mereka telah dibebaskan karena ketidak terlibatannya.  Dari ke 10 yang dimintai keterangannya 9 diantaranya adalah Anggota Mapala UMI Makassar.

Sebagaimana yang diketahui, Mapala UMI dituduh terlibat langsung dalam kasus pembunuhan seorang Mahasisawa Fak. Hukum UMI. Namun Isu itu cepat diredam oleh Pengurus Mapala UMI dengan memberikan keterangan Pers Bahwa secara Intitusi Mapala Tidak Terlibat langsung dengan kasus tersebut dan menganggap berita yang beredar adalah Hoax dan Fitnah, bahkan Pengurus Mapala UMI tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut oleh karena mereka sibuk dengan Kegiatan Pameran UKM.

Salah seorang senior Alumni Mapala UMI, Andi Hersandy menyatakan terimakasihnya kepada pihak Kepolisian yang terus bekerja untuk mengungkap Motif Insiden penyerangan di Cafe Bos Kampus UMI beberapa waktu lalu.  Ia meyakini jika adik-adik MPL UMI tidak terlibat langsung, apalagi 10 orang yang diperikasa pihak kepolisian telah dibebaskan.

"Saya dan teman-teman serta senior lainnya berterimakasih pada pihak kepolisian telah bekerja mengungkap kasus insiden itu, saya ingin meyakinkan diri saya apabila adik-adik di MPL tidak terlibat langsung, apalagi 10 orang yang telah dimintai keterangannya oleh pihak yang berwajib, semua telah dibebaskan," katanya (14/11/19) di Markas DPW FPI Jl. Andi Tonro Makassar.

Mengenai kebenaran informasi yang berkembang bahwa Korban adalah Ponakan dari Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI)  Kab. Bone, Andi Hersandy membenarkan hal tersebut. Andi bahkan mengaku baru saja berbicara langsung dengan keluarga korban yakni Panglima LPI Bone, Andi Ollo Petta Guri, dan dia juga salah satu anggota senior dari Organda Lamellong-Bone.

"Iya benar, korban adalah Ponakan dari Petta Guri.  Beliau itu Panglima Laskar FPI Bone.  Saya baru saja berbincang dengan beliau, Beliau yang menyatakan sendiri Bahwa Korban adalah ponakannya," jelas Andi.

Sekretaris Redaksi Majalah Dinamika Indonesia ini juga menjelaskan bahwa nanti setelah Polisi Mengungkap Motif dan menangkap para pelaku, pihaknya akan menjadi penengah antara Organda Lamellong-Bone dengan Mapala UMI Makassar.  Menurutnya sebagai salah satu ketua DPC FPI di Makassar, Andi tidak ingin FPI Terlibat dalam kasus ini, ia hanya ingin mencari titik tengah yang paling terbaik diantara yang terbaik.

"Secepatnya, kami akan membantu menyelesaikan masalah ini, membangun kebersamaan, apalagi saya sebagai sesama Laskar FPI, tentu akan mencari jalan paling terbaik dan yang terbaik.  Kami sudah sepakat dengan Petta Guri, untuk mencari titik tengah masalah ini.  Intinya bagaimana meyakinkan teman-teman Organda Lamellong-Bone bahwa Mapala UMI tidak terlibat langsung dalam insiden tersebut, Untuk FPI, tidak akan dilibatkan," jelasnya

Mengenai adanya Fitnah yang berkembang dengan Tersebarnya 9 Foto-Foto Anggota Mapala UMI yang dituduh sebagai pelaku, Ketua DPC FPI ini memberikan sepenuhnya kepada pihak pengurus Mapala UMI.  Kasus seperti ini sudah mengarah ke Undang-undang ITE, yang menyebarkan berita Bohong, hoax dan berbau Fitnah.  Anggapannya bahwa kemungkinan besar ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan Organda Lamellong-Bone  dan Mapala UMI ingin dibenturkan dengan bukti beredarnya Kronologis kejadian yang menuduh Mapala UMI sebagai pelaku. Andi meyakini itu ada benarnya.

"tuduhan 9 Foto yang telah beredar sebagai pelaku, kemudian beredarnya Kronologis kejadian yang bahkan salah satu ungkapan yang menyakitkan dengan menuliskan kata-kata bahwa 'Mapala UMI ini hanya dipelihara di Kampus UMI hanya untuk dijadikan anjing kampus demi kepentingan-kepentingan birokrasi dan kalangan elite' fitnah itu menyakitkan," keluhnya.

Mantan pengurus Propinsi salah satu partai ini juga berpendapat, semua ini ada hikmahnya, semoga kedepan Mapala UMI dan saudara-saudara saya yang berada di barisan Organda Lamellong-Bone bisa menjalin kerja sama yang lebih baik dan tak ada lagi saling rasa dendam diantara semuanya.  Pihak keluarga korban diyakini akan mengerti  dan menyerahkan sepenuhnya ke petugas Kepolisian yang mengusut dan mengungkapnya.

"Saya ini juga orang Bone, Untuk itu saya berharap dengan kejadian ini kita semua bisa dapatkan Hikmah, bahwa dendam itu tak punya arti dan arahnya akan merugikan kedua belah pihak.  Sampai kapan dendam itu akan dipelihara, kasihan adik-adik yang tak tahu masalah yang sebenarnya.  Petta Guri juga sepaham dengan saya, beliau juga berharap bagaimana saya dan dia serta teman-teman yang lain bisa mempasilitasi masalah ini agar menemui titik terang," pungkasnya.

Untuk diketahui, Polisi telah menangkap dan menahan 3 pelaku penikaman yang menyebabkan Andi Fredi Akirmas atau AFA (21), mahasiswa semester VI Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar meninggal dunia, Selasa (11/12/2019).  3 pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan Informasi yang kami dapatkan dari pihak kerpoisian dan di Kampus UMI, Ketiga tersangka pembunuhan Andi Fredi Akirmas, yakni Yusril Zakir (19), Indra Rusfandi (20), dan Syahrul (20).  

Ketiganya adalah Mahasiswa UMI.  Yusril Zakir Fak Teknologi Industri. Indra Ruspandi Fak. Teknologi Industri, Syahrul Fak. Teknik Sipil. Dugaan sementara bahwa ketiga tersangaka tersebut berasal dari daerah Palopo/Luwu raya dan sekitarnya.


@2019; Media
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Korban Insiden Penikaman Di Kampus UMI Ternyata Ponakan Panglima Laskar FPI Bone Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan