728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 05 November 2019

Masih Ingat Daeng La'lang Yang Jual Kartu Surga ? Begini Nasibnya Sekarang !



SulselNews.Online-Daeng La'lang yang mengaku bernama Andi Malakuti 74 tahun Warga Dusun Timbuseng, Kecamatan Patallassang, Pimpinan tarekat Ta’jul Khalwatiyah Syech Yusuf,  di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang telah ditangkap dan ditahan kini dijadikan tersangka oleh Kepolisian Resor Gowa sejak 31 oktober 2019.

KaPolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menyatakan Andi Malakuti atau yang biasa disebut Maha Guru ditangkap atas dugaan penistaan agama serta penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Yusuf menjadi tersangka karena dianggap mengajarkan aliran yang meresahkan masyarakat.

Sebelum menetapkan tersangka, polisi telah memeriksa 42 saksi dan dua ahli agama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel dan Kemenag Gowa.

Pada konferensi pers di Sungguminasa, Senin (4/11/19), Shinto mengungkapkan bahwa Pelaku diduga telah menyebarkan ajaran Islam secara sesat kepada pengikutnya. Andi Malakuti yang disebut Maha Guru alias Puang La’lang menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat bagi para pengikutnya dengan memberikan "wipiq" atau kartu surga.

Penangkapan Daeng La’lang berdasarkan laporan masyarakat yang diterima pada September 2019. Dari penyelidikan, polisi menghimpun informasi bahwa tersangka diduga sudah menyebarkan ajaran sesat sejak lama. Dia juga diketahui mengangkat dirinya sebagai Maha Guru atau rasul, sejak tahun 1999.

Polisi menemukan sejumlah perbuatan Maha Guru yang dianggap sesat. Di antaranya, mewajibkan pengikut membayar kartu surga seharga Rp10 ribu hingga Rp50 ribu. 

Pengikut juga memungut dana zakat yang bernilai Rp5 ribu per kilogram, tergantung berat badan masing-masing pengikut. Ada pula kewajiban pengikut menyetor 2,5 persen penghasilannya kepada Maha Guru.

Shinto mengatakan, Maha Guru juga memodifikasi sejumlah ajaran agama Islam untuk diajarkan kepada masyarakat. Misalnya, mengangkat diri sebagai rasul; mengakui adanya Allah pencipta, Allah Mama, Allah Bapa, Allah Iblis, Allah Jin, Allah Syaitan, Allah Nafsu; menafsirkan ayat suci Alquran sesuai kehendak; meyakini adanya kitab suci tersendiri (Kitabullah), dan lain-lain.

Maha Guru mengaku dapat memperpanjang umur pengikutnya, bertambah 15 tahun. Untuk Kitabullah yang dimaksud, menurutnya adalah yang Kitab selain Alquran diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Syekh Syusuf di surga, kemudian terdapat peti jenazah Syekh Yusuf. Aliran ini juga melaksanakan Sholat dengan gerakan super cepat dan dalam Sholat hanya melafalkan Allah Taalah serta Al fatihah tanpa tuntas

Shinto menerangkan jika tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dugaan pelanggaran hukum. Masing-masing, Pasal 156 KUHP tentang penistaan agama; Pasal 378 KUHP tentang penipuan; Pasal 372 KUHP tentang penggelapan; Pasal 3,4, dan 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang.

Daeng La'lang juga dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 tentang Pencatatan Nikah. Itu karena ia telah dilaporkan oleh warga karena telah menikahkan sejumlah pengikutnya tanpa wali nikah. Atas berbagai dugaan pelanggaran, tersangka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Seiring penetapan tersangka, penyidik Polres Gowa menyita berbagai barang bukti milik Puang La’lang. Salah satu di antaranya, sebuah tasbih yang digunakan tersangka membaiat jemaahnya.

“Pengakuan pelaku, bahwa tasbih tersebut langsung ada di hadapannya,” ujar Kapolres.

Bukti lain berupa 317 lembar kartu surga, 80 lembar kartu pelaris, uang tunai Rp50 juta, puluhan buku kitab berbagai jenis, keris, dan lain-lain. Pada penyelidikan sementara, polisi menduga tersangka menyebarkan ajaran sesat dengan modus mengambil keuntungan.

Tarekat Ta'jul Khalwatiyah Sech Yusuf sebenarnya telah resmi dibubarkan.  Pembubaran itu karena aliran  ini dianggap menyimpang dari ajaran Agama Islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa bahkan mengeluarkan fatwa bahwa aliran ini sesat dan menyesatkan.

Hal tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi dalam rangka pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan wilayah Kabupaten Gowa, di Aula Endra Dharmalakasana Polres Gowa, Rabu (12/6/19) lalu.  Pemerintah Kabupaten Gowa, per 17 September 2019, juga telah mengeluarkan surat rekomendasi pembubaran tarekat tersebut.
Saat itu, Fatwa MUI juga telah disampaikan langsung kepada Daeang La’lang. Surat diserahkan pada rapat koordinasi pada 12 Juni 2019. Rapat disaksikan sejumlah tokoh, di antaranya Sekda Gowa Muchlis, Kapolres AKBP Shinto, Ketua MUI setempat KH Abubakar Paka, Kepala Kemenag H Adliah, dan para pemuka agama.

Daeng La’lang selaku pemimpin aliran Tarekat Tajul Al Khalwatiyah pada saat itu sepakat dan bersedia kembali ke jalan yang benar dan diminta segera mempelajari dan menyesuaikan diri dengan Fatwa MUI yang telah diberikan.

@2019; Isw
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Masih Ingat Daeng La'lang Yang Jual Kartu Surga ? Begini Nasibnya Sekarang ! Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan