728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Sabtu, 16 November 2019

Rahmat SH: Mestinya Rektor UMI Mengundurkan Diri, Bukan Menyalahkan UKM




RS-02-Seorang alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia ikut bersuara untuk kasus insiden 12 November 2019 yang menewaskan AF Mahasiswa Fakultas Hukum akibat serangan brutal yang dilakukan sesama Mahasiswa Fakultas lainnya, dengan motif dendam antara organda 

Rahmat, SH, secara terbuka menyatakan bahwa kasus yang menimpa adik angkatannya di Fakultas Hukum murni adalah kesalahan pembinaan Rektorat yang tidak mengantisipasi sebelumnya.  Ia menilai kesalahan terbesar yang dilakukan pihak Rektor adalah tidak mengantisipasi kejadian yang terjadi sebelumnya yakni 28 Oktober 2019.  Mestinya sebagai seorang pimpinan pergururuan tinggi ia mesti sudah ada nalar dalam pemikiran dan hatinya jika sifat manusia itu identik dengan dendam.

"Ini adalah murni kesalahan pembinaan Rektor.  Sebagai Rektor dia harus tahu dan jeli melihat situasi yang kemungkinan akan terjadi selanjutnya.  Sebagai Rektor mesti punya nalar, pemikiran, harus tahu sifat manusia yang identik dengan dendam," kata Rahmat ketika ditemui di PMCC 16/11/19.

Terkait Titik terang dari kasus insiden di Cafe Bos UMI dengan  pengakuan para pelaku adalah faktor dendam, Alumni Fak. Hukum angkatan 86 ini menilai justru disitulah letak kesalahan terbesar yang dilakukan pihak Rektorat.  Mereka, mestinya harus mengantisipasi dengan memberikan teguran, sanksi atau melakukan dialog kepada semua yang terlibat pada kejadian 28/10/19.

"Itulah kesalahan pihak Rektorat, mereka itu orang-orang hebat toh, masasih tidak bisa menganalisa bahwa jika tidak dituntaskan, boleh jadi akan terjadi Insiden susulan, nah ini terbukti toh," ungkapnya.

Menyangkut adanya berita bahwa ada UKM yang dibekukan, Rahmat mengaku merasa tidak masuk logika UKM Sampai dibekukan padahal ini murni kesalahan Rektor.  Rektor harus bertanggung Jawab dan sebagai bentuk pertanggung jawabannya menurutnya mengundurkan dirilah yang paling tepat, kemudian tuntaskan kasus ini sampai akar-akarnya siapun yang terlibat, tanpa kecuali termasuk pelaku yang mengedarkan fitnah kronologis kejadian yang beredar di Medsos.  Diusut setuntas-tuntasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa UKM Itu adalah bagian dari Universitas dan pembinanya itu dari Universitas maka tidak logis jika yang berbuat oknum anggota tapi yang di bubarkan adalah Organisasinya.

"Salah besar, jika kesalahan Rektor, UKM Yang jadi Korban, UKM yang kenah Getahnya.  UKM itu bagian dari Universiatas, Pembinanya Orang Universitas Kan ? makanya tidak Logis oknum anggota yang berbuat UKM yang kena Getahnya.  Mana itu pembina, jadi pembina ya mesti bertanggung jawab dalam hal ini pihak Universitas," jelasnya.

Anak dari mantan dosen Fakultas Hukum UMI ini, Bpk. Suhadi SH, juga menyoroti tentang klaim sepihak oleh rektorat yang membekukan Mapala UMI Tanpa ada klarifikasi dari pihak pengurus. Hukum itu tidak demikian, mesti ada saksi, bukti dan mesti ada klarifikasi pembuktian. Yang paling tepat mesti dilakukan oleh pihak kampus adalah Rektor Menyatakan Mengundurkan diri bukan menyalahkan UKM.

"Yang paling tepat saat ini, Rektor menyatakan mengundurkan diri.  Itu konsekwensi dari pemimpin yang gagal membina Mahasiswanya,". pungkas rahmat.

Dalam kaitan Insiden 12 November 2019 dimana pengakuan para pelaku bahwa apa yang dilakukan nya adalah karena dendam kelompook daerah.  3 pelaku yang dijadikan tersangka telah mengakui bahwa motif yang dilakukan akibat dendam pada kejadian sebelumnya yakni yag terjadi 28/10/19 dimana pelaku merasa tidak puas atas perkauan kelompok AF (Lamellong-Bone) yang telah menganiaya dan menikamnya pada kasus tersebut.


 


Menurut pengakuan kelompok F (Ikmil-Luwu), kejadian tanggal 28/10/19 telah dilaporkan ke pihak berwajib namun tak diproses.  Ini berbanding terbalik dengan pernyataan Kasatreskrim Polrestabes Makassar  diberbagai media online yang menyatakan bahwa pihaknya tidak memproses karena kelompok F tidak buat laporan.

Pengakuan kelompok F ini beredar di Medsos dengan meng-uploud surat bukti laporan Polisi atas kejadian tanggal 28/10/19.

@2109; Rs


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Rahmat SH: Mestinya Rektor UMI Mengundurkan Diri, Bukan Menyalahkan UKM Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan