728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Rabu, 25 Desember 2019

Gerhana Matahari 26 Desember 2019, Jangan Lihat Dengan Mata Telanjang


RS-02- Gerhana Matahari adalah fenomena alam yang terjadi ketika posisi matahari, bulan, bumi berada dalam satu garis lurus. Gerhana matahari pun terjadi dalam beberapa bentuk, gerhana total, gerhana sebagian, gerhana cincin dan gerhana hibrida.

Besok, 26 Desember 2019, fenomena gerhana matahari total akan kembali terlihat setelah terakhir kali terjadi pada 2 Juli 2019.  Ketika gerhana matahari total pada Juli 2017, ada momentum di mana manusia bisa menyaksikannya dengan mata telanjang. Namun, tidak kali ini. 

Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bahwa peristiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 merupakan fenomena alam langka. Fenomena ini baru akan terjadi 12 tahun lagi. Kepala Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Arwin Juli Rakhmadi Butarbutar di Medan, Rabu (25/12/2019), mengatakan secara keilmuan, momen GMC di Indonesia baru akan terjadi 12 tahun lagi. GMC berikutnya baru akan melintasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 2031.
Gerhana matahari cincin adalah fenomena di mana posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, namun jarak Bulan dan Bumi tidak sedekat saat gerhana Matahari terjadi.  Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika bulan berada pada titik yang lebih jauh dari bumi, sehingga meskipun ia berada segaris dengan matahari dan bumi, piringannya yang lebih kecil tak bisa menghalangi seluruh cahaya matahari. Sementara Gerhana Matahari Total terjadi saat bulan berjarak cukup dekat dengan bumi. Saat itu, piringan bulan terlihat lebih besar dan mampu menutup seluruh permukaan matahari.

Tak heran jika ilmuan indonesia Kepala  Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bahwa peristiwa Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember 2019 merupakan fenomena alam langka. Fenomena ini baru akan terjadi 12 tahun lagi.  Secara keilmuan, momen GMC di Indonesia baru akan terjadi 12 tahun lagi. GMC berikutnya baru akan melintasi Indonesia pada tanggal 21 Mei 2031.

Indonesia menjadi salah satu saerah yang dilewati gerhana matahari cincin 2019, sehingga, penduduk di sebagian wilayah Indonesia, terutama penduduk Kabupaten Siak di Riau, bisa melihat gerhana matahari cincin. Kabupaten Siak di Riau menjadi titik terbaik untuk melihat gerhana matahari ini.  Diperkirakan Gerhana akan berlangsung pada pukul 10.00 Wib. sd 14.00 Wib. dengan puncak terbaiknya pukul 12.00 Wib.

Selain wilayah Siak, ada beberapa tempat lain di Indonesia yang dilewati gerhana matahari cincin, yaitu di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk daerah luar negeri dapat terlihat di Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Malaysia, Indonesia, Singapura, Kepulauan Mariana Utara, dan Guam

Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Muhamad Sadly menyatakan, Sebanyak 25 kota di Indonesia akan dilewati gerhana matahari cincin (GMC) besok (26/12/19).  Fenomena langka itu bakal terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, mereka yang berada di luar 25 kota tersebut hanya bisa melihat gerhana matahari dalam bentuk gerhana sebagian

Sadly mengingatkan mereka untuk tidak menatapnya langsung dengan mata telanjang. ”Itu dilarang. Sinar ultraviolet dari matahari yang tajam dapat mengakibatkan sakit mata sampai kebutaan,” tegasnya.

Jangan pula coba mengakali dengan menggunakan kacamata hitam, film foto, film rontgen, atau alat optik apa pun tanpa filter matahari. Risikonya sama dengan menatapnya dengan mata telanjang.

”Untuk melihat, diharuskan pakai kacamata gerhana. Kalaupun mau pakai film rontgen, harus rangkap lima dan hanya bisa dipakai sebentar,” ungkap Sadly.

Pihak Lembaga Antariksa Amerika Serikat NASA juga mengeluarkan peringatan serupa.  "Ini adalah jenis gerhana matahari parsial yang paling indah, tetapi juga yang paling berbahaya."

"Semua pengamatan perlu memakai kacamata gerhana matahari setiap saat, dan upaya untuk memotretnya akan membutuhkan filter matahari khusus," NASA menegaskan.

Fenomena yang juga sering disebut sebagai "cincin api" atau "cincin cahaya" ini akan terlihat saat matahari terbit di Arab Saudi, kemudian di langit Qatar, Uni Emirat Arab (UEA) , Oman, India selatan, Sri Lanka, Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Di Indonesia Gerhana Matahari Total telah dan akan terjadi pada 11 Juni 1983, 24 Oktober 1995, 22 Agustus 1998, 26 Januari 2009, 9 Maret 2016,  2 Juli 2019 , 26 Desember 2019, dan nanti, Mei 2023,  Mei 2031 serta Oktober 2042.



Gerhana matahari total yang terjadi pada 11 Juni 1983 tersebut melintasi jalur Jawa di Indonesia. Saat itu terjadi kehebohan luar biasa, karena peristiwa tersebut ditayangkan secara langsung di televisi. Tidak hanya itu, pembodohan massal juga terjadi sehingga suasana sedikit mencekam. 

Warga dilarang keluar rumah karena adanya informasi yang beredar jika melihat gerhana secara langsung bisa membuat mata buta. Saat itu pemerintah meliburkan seluruh kegiatan, warga dihimbau untuk berada di dalam rumah dan menyaksikan siaran gerhana melalui televisi. Bahkan di kampung-kampung pintu-pintu rumah dikunci dan jendela ditutup bahkan lubang yang rumah yang terindikasi akan menembus cahaya Matahari ditup denagan berbagai alat.

Gerhana matahari total yang pertama kali diabadikan adalah pada tahun 1900, atau lebih dari seabad yang lalu. Film gerhana matahari tersebut awalnya diperkirakan sudah tidak bisa diselamatkan. Tetapi ternyata British Film Institute dan Royal Astronomical Inggris berhasil memulihkan film tersebut.

Perekaman Gerhana Matahari Total yang dilakukan Nevil Maskelyne ini dilakukan saat melakukan ekspedisi ke North carolina, Amerika Serikat, pada 28 Mei 1900. Saat itu, gerhana tersebut melintasi Meksiko, Tenggara Amerika Serikat, Iberia dan Afrika Utara.

Red-Hr

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Gerhana Matahari 26 Desember 2019, Jangan Lihat Dengan Mata Telanjang Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan