728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 07 Januari 2020

FPI Makassar Terus Berkoordinasi Dengan Pihak Terkait Dalam Memerangi Penjualan Miras Ilegal




RS-02 - FPI sebagaimana diketahui adalah sebuah kelompok kekuatan Sipil yang  mencoba melawan mafia raksasa para kelompok bandar-bandar Miras, Maksiat, Judi, Narkoba dan kejahatan lainnya.  Atas dasar semangat agama, mereka melawan bisnis kerjasama penguasa dengan pengusaha, negara dan para tokek. Sebagai ormas agama, untuk bisnis yang tak langsung berhubungan dengan kerusakan akhlak-moral masyarakat mungkin tak terlalu mengkhawatirkan, tapi bila bisnis itu merusak generasi dan sendi-sendi bangsa, menjadi persoalan yang tidak mudah. Posisi FPI disini, terutama Habib Rizieq-nya, dalam sejarah, mungkin sama dengan Imam Bonjol yang berusaha memerangi pengaruh buruk dan dekadensi moral agama yang dibawa oleh pengaruh Barat ke dalam padri, sumatra barat yang memicu Perang padri (1803-1833). Awalnya peperangan tersebut akibat pertentangan terkait masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan para penjajah. Sepanjang sejarahnya, institusi negara sekuler selalu menjadi tempat rebutan dan konflik berbagai kepentingan

Khususnya di Makassar, Sulawesi selatan, FPI mencoba membangun paradigma baru dengan bekerjasama dengan pihak pemerintah terkait untuk memberantas segala macam kemaksiatan dan kejahatan.  FPI berupaya ingin menjadi pembuka jalan bagi pemerintah dalam memerangi kemaksiatan dan kejahatan.  FPI berupaya melakukannya dengan persuasif.

Senin 6 January 2020 sejumlah pengurus FPI Makassar ( Sekretaris Wilayah-Wakabid. Hisbah-pengurus Tanfidzi-Wali LPI-Komandan BAT dan DENMAWIL ) mendatangi kantor Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) di balaikota Jl. Ahmadyani sekitar pukul 13:30. Kedatangan FPI terkait dialog masalah perizinan Tempat Hiburan Malam dan sejumlah penjualan Miras yang diduga banyak diantara THM tidak mengantongi izin.

Dalam pertemuannya, Sekretaris Wilayah FPI Makassar, Sayful Al-Ayubbi membeberkan sejumlah data dan Fakta kepada kepala Dinas pihak DPM-PTSP terkait THM dan Penjual Miras Ilegal.  Beberpa diataranya kios yang terletak di Jl. Batu putih-Jl. Kumala-Jl. Tinumbu dan THM yang berada di Jl. Arif Rate PUBLIQ - Jl. Amanagapa BARCODE.  Pengungkapan Itu di benarkan oleh Andi Bukti Djufri selaku Kepala DPM-PTSP kota Makassar,

"Sejumlah tempat yang diduga tidak mengantongi izin yang dibeberkan oleh FPI itu benar, terutama THM Publiq dan Barcode.  Kami tidak pernah keluarkan izin dan memang tidak akan kami keluarkan izinya karna sudah menyalahi PERDA kota Makssar no 5 tahun 2011 dimana dikatakan bahwa tidak boleh ada THM yang berjarak +- 200 meter dari sekolah dan tempat Ibadah " Jelas Andi Bukti

Menurut mantan kepala dinas Tenaga Kerja Kota Makassar ini, sepatutnya pihak pemkot berjanji akan menindak semua THM dan Penjual-penjual MIRAS yang selama ini tidak mengantongi izin dan akan memberikan sanksi berat sampai penutupan aktivitas Usahanya.

Dalam pertemuan dialog tersebut, FPI juga memberikan sebuah surat MAKLUMAT  biar menjadi perhatian bagi pemerintah terkait agar segera bertindak sesuai kewenangannya. FPI hanya akan bertindak sebagai pemberi masukan dan selanjutnya diserahkan ke pihak yang berwenang.

Saiyful berharap semoga ini menjadi awal langkah yang baik dimana kerja sama antara ULAMA dan UMARA dalam membasmi MAKSIAT/PEKAT di kota makassar.   FPI siap mendukung langkah tegas pemerintah kota makassar untuk menindaki THM dan Penjual MIRAS yang meyalahi aturan.

"FPI berusaha keras dengan tegasan memberikan Ultimatum kepada pihak PEMKOT agar tidak main-main dalam persoalan ini sebab kalau persoalan ini tidak ditindaki dengan baik, jangan salahkan Umat Islam jika nanti bergerak sendiri, tapi kami FPI selalu siap dalam hal membantu pemerintah dalam masalah ini," ungkaf Syaiful

Diketahui sebelumnya pada tgl 27 desember 2019 Pengurus FPI kota makassar telah berkordinasi dengan pihak Polrestabes Makassar.  Selanjutnya beberapa hari berikutnya FPI berkoordinasi dengam DISPERINDAG kota makassar pada tgl 30 Desember 2019.   Semua itu terkait persoalan yang sama.

" Semoga kedepannya kota makassar menjadi kota yang bersih dari segala maksiat menjadI kota BALDATUN THOYIBATUN WARABUN GHOFUR " Pungkas Sayful


Red: Andi

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: FPI Makassar Terus Berkoordinasi Dengan Pihak Terkait Dalam Memerangi Penjualan Miras Ilegal Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan