728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 10 Januari 2020

Kasus Suap Komisioner KPU Menyeret Petinggi PDIP ?



RS-02.Com - Komisioner KPU, Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan di gedung merah putuih KPK stap sekretaris PDIP mengungkap sumber dana kasus suap komisioner KPK, sementara megawati mengaskan akan memecat kadernya yang tidak tunduk pada aturan partai.

Empat tersangka kasus tukar guling pergantian anatar waktu (PAW) anggota DPR dari fraksi PDIP akhirnya ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan 1 x 24 jam di KPK pada kamis malam .9 Januari 2020.

Wahyu diduga menerima uang suap dari kader PDIP, Harun Masiku, agar caleg asal Sumatera Selatan ini menduduki kursi DPR menggantikan Nazarudin Keimas. Harun adalah Caleg PDIP Dapil I Sumatera Selatan yang kalah suara saat Pemilu April 2019 lalu.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Mereka adalah Mantan anggota Badan Pengawas Pemilu, Agustiani Tio Fridelina; pihak swasta bernama Saeful; dan Harun Masiku.
  
Pada penyampaian konfrensi pers di gedung KPK, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar  menyebut Wahyu meminta duit Rp 900 juta. sebagai persyaratan agar Wahyu menyatakan kesanggupannya membantu proses pergantian antar waktu anggota DPR dari Fraksi PDIP.  Wahyu secara terang-terangan meminta dana operasional untuk memuluskan langkah Harun Masiku menjadi anggota DPR.

Kasus inipun menyeret satu nama petinggi PDIP yakni sekretaris Jendera PDIP, Hasto Kristianto. Penyenbutan nama Hasto dismpaikan langsung oleh salah satu Tersangka yang bernama Saeful. Ia mengatakannya ketika dicerca pertanyaan kepada awak media tentang asal uang suap yang diperoleh.  Saeful Bahri adalah staf Hasto di PDIP.

Saat kelua dari ruang penyidik gedung KPK sekitar pukul 02.20 wib, Saeful yang resmi memakai baju kebesaran Korupsi yakni rompi orange, menuju ke mobil tahanan Saeful tak banya berbicara.Saeful hanya mengungkapkan bahwa prose kasus yang menimpanya sudah selesai dan mengatakan kepada awak media untuk bertanya langsung ke penyidik KPK.

Wartawan tidak begitu puas dengan pernyataan Saeful, sehungga terus memberikan pertanyaan seputar keterlibatan petinggi PDIP, Hasto Kristiyanto bahwa sumber Uang berasal darinya.  Saeful tanpa kesal namun ia dengan tegas membanrkan jika sumber uang suap itu berasal dari Hasto.

"Iya, iya (dari Hasto) ungkap Saeful

Dengan demikian KPK berencana akan memanggil Hasto untuk dimintai keterangan, namun menurut kabar yang kami dapatkan untuk saat ini Hasti mengalami sakit Diare, bahhkan dia tidak sempat hadir dalam persiapan Galdi Resik di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (9/1) siang. Padahal, hari itu merupakan jadwal gladi resik untuk persiapan terkahir menjelang HUT PDIP ke-47 dan Rakernas.

Dalam awal tahun 2020 ini sudah Dua kader Partai yang terlibat Koruspsi dan sejenisnya.  Sebelumnya, KPK menangkap Bupati siduarjo (Kadeer PKB) dan kassus selanjutnya Kasusu suap Komisioner KPU yang melibatka kader PDIP, Haruun Masiku.

@2019, Md
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Kasus Suap Komisioner KPU Menyeret Petinggi PDIP ? Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan