728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Minggu, 19 Januari 2020

Pawai Aksi Anti Miras: Himbau Pemkot Makassar Untuk Menutup Kios dan THM yang Melanggar Perda


RS-02Indonesia.Com - Beberapa Ormas dan masyarakat turut ambil bagian dalam acar Pawai Keliling Kota Makassar dalam rangka himbauan kepada Pihak Pemerintah dan juga pemilik Kios dan THM yang menjual Miras secara Ilegal agar ditindak sesuai hukum dan kepada Pemilik dihimbau agar menghentikan Aktifitasnya.

Hadir dalam pawai Anti miras itu diantaranya, Kokam (Muhammadiyah), LPI (FPI), Garuda (Wahda), ELPAS, GIB (Gerakan Islam Bersatu) dan RS-02 Serta Masyarakat.

Uzt. Syaiful yang ditunjuk menjadi Panglima dalam Aksi yang diberi nama Komando Pasukan Al-Badar ini mengatakan, Bahwa pelaksanaan Pawai ini tak lain adalah untuk mengingatkan Pemerintah Kota Makassar agar serius dan tidak bermain-main dalam memberantas penjualan Miras secara Ilegal.

Selain itu Uzt. Syaiful menekankan pentingnya pemberantasan miras khususnya di Kota Makassar oleh Karena Miras menjadi penyebab utama pelaku kriminal dan kerusakan moral anak bangsa, maka dari itu semua golongan miras baik A,B,C wajib dilarang di Kota Makassar. Ia juga memberi ultimatum bahwa Mereka akan melakukan Aksi setiap 2 atau 3 bulan sekali hingga pengedaran atau penjualan Miras secara Ilegal Tersebut ditutup dan ditiadakan.

"Kami akan terus melakukan aksi serupa sampai pemerintah menutup semua Kios atau THM yang disinyalir melakukan penjualan Miras tanpa Izin'," tegas Ustas Syaiful ditengah-tengah jalannya Aksi Pawai 18/1/20 yang di awali di Monumen Mandala.

Bahkan dalam orasinya, diatas mobil Komando, Uzt. Syaiful memberi ultimatum yang lebih keras dengan batas waktu hingga bulan Ramadhan kepada Pihak Pengelola THM dan Kios untuk tidak lagi menjual Miras secara Ilegar, jika tetap melakukannya maka mereka mengaku akan menurunkan Ormas-ormas dan Masyarakat yang lebih banyak.



Pawai yang diikuti sekittar 150 kendaraan bermotor dan 5 Unit Mobil berjalan sesuai rencana.  Dimana Rute yang dilalui juga sangat aman dan tidak menimbulkan kemacetan yang mengganggu pengguna Jalan lainnya.  Meskipun ada beberapa ruas jalan yang mengalami Kemacetan seperti Jl. Tinumbu namaun semuanya tetap aman terkendali,

Terlihat puluhan personil Kepolisian yang turut mengawal jalannya Aksi.  Pihak kepolisian hanya memantau dan sekali-kali mengambil gambar ketika para aksi menyambangi kos dan THM yang dilalui.  Namun sayangnya semua THM dan Kios yang dilalui tertutup rapat-rapat seakan tak berpenghuni.  Demikian pula disepanjang Jalan Nusantara, tak satupun THM terlihat buka.

Kanit Opsional Polrestabes Makassar, Ipda Muh. Yufsin J yang turut mengawal jalannya Aksi awal star hingga Finis merasa plong karena tugas mereka berjalan dengan aman tanpa gangguan sedikit pun. Ia mengaku diberi tugas untuk mengawal Pawai aksi Anti Miras agar tak menimbulkan Anarkis.

"Tugas Kami mengawal jalannya Aksi, dan kami bersyukur jika aksi ini tidak menimbulkan Anarkis," katanya saat kami meminta kesannya selama mengawal jalannya Aksi hingga Finis di Depan Monumen Mandala



Uchink sapaan Ipda Muh. Yufsin, menjelaskan jika Pengawalan ini utnuk memastikan bahwa Pawai berjalan sesuai prosedur dan ini tidak ada pelanggaran hukum.  Jika ada pelanggar Hukum, tentu ia dalam hal ini pihak kepolisian akan melakukan tindakan pengamanan.

"Pengawalan ini untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran hukum, dan Aksi Pawai Himbauan Miras ini berjalan sesuai prosedur.  Jika ada pelanggaran hukum, tentu akan kita lakukan tindakan," lanjutnya.

Kanit Opsional berharap apabila Ormas atau Masyarakat jika akan melakukan Aksi apapun namanya agar tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian biar tidak menimbulkan salah pengertiaan di Masyarakat.  Polisi dalam hal ini hanya mengamankan suasana untuk menghindari aksi-aksi yang melanggar hukum.  Pihak kepolisian tidak melarang aksi serupa namu perlu diingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat itu juga sangat penting.

Adapun mengenai Kios dan THM yang melanggar menurutnya itu terletak dipemerintah daerah dalam hal ini 4 Instansi yakni, Satpol PP, Dinas Perijinan, Desperindag dan Pariwisata.

"Intinya selama tidak melanggar Hukum, silahkan lakukan Aksi dan kami akan tetap mengawal.  Menyangkut masalah pelanggaran yang dilakukan Kios dan THM itu bukan wewenang kami, itu ada di Satpol PP, Desperindag, Dinas Perijinan dan Dinas Pariwisata." pungkasnya

Aksi Pawai ini dirangkaikan dengan mendatangi tempat Kos dan THM yang disinyalir melanggar Perda Syariah tahun 2011 dan 2014.Sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 12 Perda Walikota tahun 2014 ayat (1), 'Setiap penjualan langsung Minuman Beralkohol wajib memiliki Surat Izin tempat penjualan Minuman Beralkohol dari Walikota.  Ayat (2): Izin sebagaiman dimaksud ayat (1) berlaku selama satu tahun terhitung sejak tanggal diterbitkan dan dapat diperpanjang.  Ayat (3): Perpanjangan yang dimaksud pada ayat (2) dilakukan paling lambat 3 (Tiga) bulan sebelum berakhir masa berlakunya.

Sementara THM Publiq dan Barcode.  Tidak mendapatkan izin karna sudah menyalahi PERDA kota Makssar no 5 tahun 2011 dimana dikatakan bahwa tidak boleh ada THM yang berjarak kurang lebih 200 meter dari sekolah dan tempat Ibadah sementara THM tersebut nyata bertetangga dengan Sekolah dan Tempat Ibadah.




Akhir-akhir ini memang ada kecenderungan para pemuda menggemari miras dan narkoba. Tindakan mereka juga sudah mengarah pada tindakan asusila dan perbuatan apa saja yang merugikan orang lain.  Para begal-begal semakin meraja lela.  Untuk itulah Para Ormas Makassar mengambil kesimpulan bahwa jalan satu-satunya memberantas Miras adalah memberikan Himbauan kepada Pihak Pemerintah dan Pengelola serta Masyarkat agar segala bentuk Apapun yang namanya MIRAS untuk tidak diperdagangkan dan di konsumsi semaunya.  Itulah yang melatar belakangi Gerakan Aksi Himbauan Miras ini.


@2020: Her
loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Pawai Aksi Anti Miras: Himbau Pemkot Makassar Untuk Menutup Kios dan THM yang Melanggar Perda Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan