728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Selasa, 04 Februari 2020

Buntut Minahasa Utara, "GERAMM" Geruduk Ruko Yang Beralih Fungsi Tempat Ibadah


RS 02Indonesia.Com - Sejumlah massa yang mengatas namakan diri Gerakan Rakyat Muslim Makassar mendatangi dua tempat berbeda pada senin 3 Pebruari 2020 yang diduga digunakan sebagai tempat Ibadah bagi Ummat Nasrani namun tidak mempunyai izin alias Ilegal. Aksi ini buntut dari adanya penyerangan dan pengrusakan musholah di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara oleh oknum sekelompok orang dari Berigade Manguni.

Dua tempat yang digeruduk yakni sebuah Ruko  yang dulunya sebagai tempat Ngopi PSM yang terletak didepan Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Makassar, Jl. Taman Makam Pahlawan. Menurut penanggung jawab Aksi, Firdaus Malie, tempat tersebut sudah sejak lama dijadikan tempat Ibadah dan itu tidak mempunyai Izin dari pemerintah kota.

Ketika aksi berlangsung, pemilik ruko dengan berani menemui massa, ia memperlihatkan catatan tentang kepemilikan Ruko tersebut, namun menurut Firdaus, tak satupun surat yang diperlihatkan adalah sebuah surat izin alih pungsi menjadi tempat ibadah.

Firdaus dengan tegas memberi peringatan kepada pemilik agar tempat tersebut untuk sementara tidak difungsikan sebagai tempat Ibadah, bila tetap dilakukan, Firdaus mengancam akan melakukan aksi serupa yang lebih besar. Ditemapat ini hanya berlangsung sekitar 20 menit dan selanjutnya para Aksi menuju ke Jalan Seruni Ruko MM samping Mall Panakukang, Makassar.



Diruko ini, para demonstran tidak menemukan siapa-siapa, ruko yang dicat warna biru terlihat tertutup rapi, tak ada tanda-tanda pemilik rumah berada didalam.  Firdaus menduga pemilik sudah mengetahui akan jalannya aksi sehingga mereka menghindar dan tak ingin menemuinya.

Selanjutnya rombongan Aksi yang dikawal puluhan personil bersenjata lengkap menyambangi gedung DPRD  Kota Makassar.  Di aula DPRD mereka ditemui oleh Andi Hadi Ibrahim dari utusan partai Keadilan Sejahtera.

Dalam inti sambutannya, Hadi ibrahim mengatakan bahwa agama yang dibawah nabi muhammad SAW tidak pernah mengajarkan pengrusakan, kezaliman, jika ada yang menyatakan islam itu radikal, maka mereka itu adalah lebih radikal.  Hadi juga meyakinkan bahwa tak ada Guru-guru, ulama-ulama kita yang mengajarkan bagaimana kita berbuat kezaliman akan tetapi kita diajarkan tentang ajaran islam yang Zamil mutakabbir.

Dalam pertemuan yang dihadiri hampir seluruh para aksi dipimpin lansung Firdaus Mali yang didampingi Uzt. Agussalim. 

Dalam aduannya, Firdaus mali meminta kepada anggota Parlemen khususnya komisi B untuk segera menertibkan Rumah-rumah, ruko-ruko atau apa saja yang dijadikan tempat ibadah tanpa Izin dari pemerintah setempat.  Ini bertujuan agar Ummat Muslim di Makassar tidak terpancing untuk berbuat anarkis, sebagaimana yang dilakukan oleh oknum-oknum di Kab. Minahasa Utara yang merusak Musollah dengan alasan tanpa izin.

Firdaus malie menganggap apa yang dilakukan oleh oknum-oknum yang diduga brigade Manguni sudah merobek-robek arti toleransi Pancasila yang ada di NKRI.  Islam yang benar selalu menghargai agama lain sepanjang merka menghargai agama Islam.

"Mereka sudah merobek-robek persatuan dan kesatuan pancasila di NKRI, merusak bhineka tunggal ika, untuk itu jangan ajari kami tentang toleransi," katanya
  
Penjelasan Firdaus malie, mereka datang dan melakukan aksi ini adalah spontanitas dengan merespon ketika terjadinya pengrusakan Mushollah di Minasa Utara. Mereka hanya ingin menyatakan sikap tentang apa yang dilakukan saudara-saudara kita di Minahasa Utara, siapaun agamanya dan siapapun orangnya pasti tidak senang jika tempat ibadahnya dirusak, apalagi Muslim yang Mushollahnya sudah dirusak dan viral  di media sosial.

Firdaus juga menjelaskan meskipun mereka tahu ada ratusan Rumah atau Ruko yang telah beralih fungsi menjadi tempat Ibadah di Makassar akan tetapi mereka tidak berniat untuk merusak.  Mereka tidak sejahat dengan para pelaku-pelaku di propinsi Sulut itu.

"Kami tahu ada ratusan Rumah,Ruko yang sudah beralih Fungsi menjadi tempat Ibadah Agama lain, akan tetapi kami tidak berniat untuk mengobrak abrik dan menghancurkannya.  Kami tahu adat, berbeda dengan oknum-oknum perusak Mushollah di Minasa Utara, mereka itu jahat, mereka itu zalim," imbuhnya





Diakhir pertemuan Firdaus Malie menyerahkan selembar kertas kepada Andi Hadi Ibrahim yang isinya tentang pernyataan sikap mereka, untuk selanjutnya diteruskan ke pimpinan DPRD dalam hal ini komisi B.


Andi Hadi sebagai Utusan PKS ini, berjanji akan meneruskannya dan akan berkoordinasi dengan pemerintah kota, dan juga para camat sekota Makassar, untuk menindaklanjut pernyataan sikap sesuai permintaan para Aksi. 


Berikut ini petikan Pernyataan Sikap oleh kelompok Ummat Musilim Makassar GERAMM yang diserahkan langsung oleh Uzt, Firdaus Malie kepda Andi Hadi Ibrahim


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM


ASSALAMUALAIKUM WR WB


PERNYATAAN SIKAP & TUNTUTAN GERAMM (GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR) TERHADAP PENGHANCURAN MUSHOLLAH di PERUM AGAPE TUMALUNTUNG KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA MANADO HARI RABU 29 JANUARI 2020


MENGUTUK KERAS TINDAKAN OKNUM PERSONAL ATAU ORMAS YG MELAKUKAN PENGHANCURAN MUSHOLLAH TERSEBUT DI ATAS

MEMINTA APARAT KEAMANAN POLRI DAN TNI MENANGKAP, BERTINDAK REAKTIF, CEPAT DAN TEGAS TERHADAP OKNUM TERORIS YG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN MUSHOLLAH TERSEBUT DAN MERUNTUHKAN TATANAN KEHIDUPAN BERBANGSA YANG BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 45  JUGA MENCEDERAI KEHIDUPAN BHINEKA TUNGGAL IKA TANPA PANDANG BULU DAN MENEGAKKAN KEADILAN SESUAI HUKUM YANG BERLAKU DI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN MEMPUBLIKASIKAN NAMA NAMA OKNUM INTOLERAN SECARA TERBUKA MELALUI MEDIA CETAK MAUPUN ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA DALAM WAKTU 3X 24 JAM

MENDESAK PEMERINTAH DAERAH TERSEBUT UNTUK MEMINTA MAAF TERHADAP UMMAT MUSLIM MINAHASA UTARA KHUSUSNYA DAN UMMAT MUSLIM INDONESIA PADA UMUMNYA ATAS PENGHANCURAN MUSHOLLAH TERSEBUT


APABILA POIN DALAM TUNTUTAN YANG KAMI SAMPAIKAN INI TIDAK DIRESPON MAKA KAMI GERAMM AKAN MELANJUTKAN  MENGADAKAN SWIPING RUMAH IBADAH NON MUSLIM  YANG DIDUGA TIDAK MEMILIKI IZIN PRINSIP ÙNTUK SEGERA DITUTUP OLEH PEMERINTAH KOTA MAKASSAR

JIKA KAMI MENEMUKAN RUMAH IBADAH NON MUSLIM YANG MENYALAHI IZIN PRINSIP YG TELAH DITETAPKAN OLEH PEMERINTAH KOTA MAKASSAR MAKA KAMI MEMINTA PEMERINTAH KOTA UNTUK SEGERA MENUTUP RUMAH IBADAH TERSEBUT DAN APABILA DALAM WAKTU 7 X 24 JAM TIDAK ADA TINDAKAN PENUTUPAN MAKA KAMI MASYARAKAT DAN ORMAS  AKAN MENGAMBIL ALIH TUGAS PEMERINTAH KOTA UNTUK MENUTUPNYA

DEMIKIAN PERNYATAAN SIKAP DAN TUNTUTAN KAMI GERAMM GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR KAMI SAMPAIKAN SEMOGA MENDAPAT PERHATIAN SERIUS OLEH PEMERINTAH  DAERAH MINAHASA UTARA DAN PEMERINTAH KOTA MAKASSAR


MAKASSAR  02 FEBRUARI  2020
WASSALAMU ALAIKUM WR WB

TTD


GERAMM
GERAKAN RAKYAT MUSLIM MAKASSAR



@2020 - Is


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Buntut Minahasa Utara, "GERAMM" Geruduk Ruko Yang Beralih Fungsi Tempat Ibadah Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan