728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Minggu, 26 April 2020

Mirip Kasus Kab. Bone, Pemuda Pangkep Positif Covid-19 Tanpa Gejala.



RS-02 - Mirip dengan kasus virus corona warga kabupaten Bone, Warga Kabupaten Pangkep juga dikabarkan berstatus positif covid-19. Dia adalah salah satu warga Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene masuk dalam pasien postif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal tersebut yang membuat pemerintah menekankan ke warga untuk mematuhi aturan pemerintah yang telah ada, berupa tidak keluar rumah, melakukan sosial distancing, dan meniadakan salat berjamaah di masjid selama Pandemi Corona berlangsung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad membenarkan kabar buruk tersebut. Ia membenarkan satu warganya dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR yang diumumkan oleh tim gerak cepat surveillans dinas kesehatan provinsi sulawesi selatan.

Annas juga menjelaskan jika warga itu adalah seorang pemuda 20 tahun santri pesantren Alfalah Magetan, Jawa Timur, yang akan pulang kampung ke desanya di Kabupaten pangkep,

“Yang bersangkutan adalah cluster timboro yang merupakan salah satu santri pesantren Alfalah Magetan, Jawa Timur yang hendak pulang kampung ke Annrong Appaka. Kondisi pasien sehat namun hasil rapid diagnostik tesnya positif lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR dan hasilnya tetap positif sehingga langsung dilakukan isolasi oleh tim gugus tugas covid Propinsi Sulsel di Makassar,” katanya, Sabtu, 25 April 2020 yang dikutif dari tajuk.co.id.

Selain memberikan iformasi Anas juga memberikan warning bahwa dengan bertambahnya satu orang positif COVID-19, merupakan warning buat semua masyarakat, jika saat ini banyak penderita covid-19 yang justru tak bergejala atau tidak sakit, sehingga tak menyadari bahwa dirinya menjadi sumber penularan bagi setiap orang lain yang kontak dengannya.

“Pada kondisi seperti inilah kita dituntut untuk benar-benar disiplin secara ketat dalam menerapkan fisical dan sosial dystancing sebagai satu-satunya cara memutus mata rantai penularan virus corona yang terus meluas hingga pelosok-pelosok desa,” tegas Annas

Pemerintah melalui dia menyampaikan permintaan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi pedoman-pedoman fisical dystancing sebagaimana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui surat edaran, himbauan dan lain-lain, demikian juga dengan fatwa MUI dan surat edaran Kementerian Agama tentang pelaksanaan ibadah khususnya dibulan suci ramadhan yang menerapkan prinsip fisical dystancing sebagai satu-satunya cara untuk memutuskan mata rantai penularan virus corona ditengah masa pandemi covid-19.

“Prinsip kita dalam penanganan wabah adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Sehingga zona hijau sekalipun harus tetap disiplin dalam menerapkan prinsip fisical dan sosial dystancing, karena hanya inilah satu2nya cara untuk mencegah atau memutus rantai penularan covid-19, apalagi pangkep berbatasan dengan zona merah sehingga resiko sangat besar terjangkit bila tidak ketat dalam melakukan fisical dan sosial distancing,” kata dia.

Sementara itu, kasus positif Pemuda asal bone yang bernama Arman juga telah diumumkan oleh pemerintah Sulawesi selatan melalui tanggap covid-19 yang menyebutkan jika yang bersangkutan positif covid-19.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya bahwa sejak tiba di Makassar tanggal 18 April 2020, Arman telah menjalani pemeriksaan rapid tes di bandara dan hasilnya positif namun tak ada gejala yang nampak padanya,  meski demikian ia tetap menjalani isolasi di Makassar, lalu hasil pemeriksaan selanjutnya melalui swab PCR juga dikatakan positif.

Hal itulah yang cukup menghebohkan warga bone dengan adanya video yang beredar dimedsos tentang seorang pemuda yang menelpon pasien yang sedang diisolasi di Makassar, dan mempertanyakan kondisi paien, mereka tidak percaya jika arman positif covid-19.

Dalam pembicaraannya melalui telepon cellular, Arman mengaku kalau dirinya baik-baik saja dan tak mempunyai keluhan seperti Batuk, Demam serta sesak napas.

Dengan keadaan yang dimaksud, maka sang pemuda yang menelponnya beranggapan jika Arman tidak terjangkit Covid-19 dan menuding pemberitaan di media yang diperkuat oleh dataMirip dengan kasus virus corona warga kabupaten Bone, Warga Kabupaten Pangkep juga dikabarkan berstatus positif covid-19. Dia adalah salah satu warga Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene masuk dalam pasien postif dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal tersebut yang membuat pemerintah menekankan ke warga untuk mematuhi aturan pemerintah yang telah ada, berupa tidak keluar rumah, melakukan sosial distancing, dan meniadakan salat berjamaah di masjid selama Pandemi Corona berlangsung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad membenarkan kabar buruk tersebut. Ia membenarkan satu warganya dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab PCR yang diumumkan oleh tim gerak cepat surveillans dinas kesehatan provinsi sulawesi selatan.

Annas juga menjelaskan jika warga itu adalah seorang pemuda 20 tahun santri pesantren Alfalah Magetan, Jawa Timur, yang akan pulang kampung ke desanya di Kabupaten pangkep.

“Yang bersangkutan adalah cluster timboro yang merupakan salah satu santri pesantren Alfalah Magetan, Jawa Timur yang hendak pulang kampung ke Annrong Appaka. Kondisi pasien sehat namun hasil rapid diagnostik tesnya positif lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR dan hasilnya tetap positif sehingga langsung dilakukan isolasi oleh tim gugus tugas covid Propinsi Sulsel di Makassar,” katanya, Sabtu, 25 April 2020 yang dikutif dari tajuk.co.id.

Selain memberikan iformasi Anas juga memberikan warning bahwa dengan bertambahnya satu orang positif COVID-19, merupakan warning buat semua masyarakat, jika saat ini banyak penderita covid-19 yang justru tak bergejala atau tidak sakit, sehingga tak menyadari bahwa dirinya menjadi sumber penularan bagi setiap orang lain yang kontak dengannya.

“Pada kondisi seperti inilah kita dituntut untuk benar-benar disiplin secara ketat dalam menerapkan fisical dan sosial dystancing sebagai satu-satunya cara memutus mata rantai penularan virus corona yang terus meluas hingga pelosok-pelosok desa,” tegas Annas

Pemerintah melalui dia menyampaikan permintaan kepada masyarakat untuk senantiasa mematuhi pedoman-pedoman fisical dystancing sebagaimana yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah melalui surat edaran, himbauan dan lain-lain, demikian juga dengan fatwa MUI dan surat edaran Kementerian Agama tentang pelaksanaan ibadah khususnya dibulan suci ramadhan yang menerapkan prinsip fisical dystancing sebagai satu-satunya cara untuk memutuskan mata rantai penularan virus corona ditengah masa pandemi covid-19.

 “Prinsip kita dalam penanganan wabah adalah lebih baik mencegah daripada mengobati. Sehingga zona hijau sekalipun harus tetap disiplin dalam menerapkan prinsip fisical dan sosial dystancing, karena hanya inilah satu2nya cara untuk mencegah atau memutus rantai penularan covid-19, apalagi pangkep berbatasan dengan zona merah sehingga resiko sangat besar terjangkit bila tidak ketat dalam melakukan fisical dan sosial distancing,” kata dia.

 “Di bulan ramadhan, potensi orang-orang berkumpul adalah saat menjalankan ibadah shalat tarawih, jumat bahkan shalat rawatib, buka puasa bersama, sahur bersama, tarwih keliling hingga pelaksanaan shalat ied, sehingga karena ritual keagamaan ini sangat beresiko terhadap penularan virus corona maka majelis ulama bersama dengan kementerian agama dan pemerintah daerah meminta kita semua untuk melaksanakan ibadah di rumah. Bekerja, Belajar dan Beribadah di Rumah saja,” tegasnya.

Sementara itu, kasus positif Pemuda asal bone yang bernama Arman juga telah diumumkan oleh pemerintah Sulawesi selatan melalui tanggap covid-19 yang menyebutkan jika yang bersangkutan positif covi-19.

Seperti yang diinformasikan sebelumnya bahwa sejak tiba di Makassar tanggal 18 April 2020, Arman telah menjalani pemeriksaan rapid tes di bandara dan hasilnya positif namun tak ada gejala yang nampak padanya,  meski demikian ia tetap menjalani isolasi di Makassar, lalu hasil pemeriksaan selanjutnya melalui swab PCR juga dikatakan positif.

Hal itulah yang cukup menghebohkan warga bone dengan adanya video yang beredar dimedsos tentang seorang pemuda yang menelpon pasien yang sedang diisolasi di Makassar, dan mempertanyakan kondisi paien, mereka tidak percaya jika arman positif covid-19.

Dalam pembicaraannya melalui telepon cellular, Arman mengaku kalau dirinya baik-baik saja dan tak mempunyai keluhan seperti Batuk, Demam serta sesak napas.

Dengan keadaan yang dimaksud, maka sang pemuda yang menelponnya beranggapan jika Arman tidak terjangkit Covid-19 dan menuding pemberitaan di media yang diperkuat oleh data tanggap covid-19 propinsi Sulawesi selatan adalah hoax.

“Perkenalkan nama saya Arman dari lamuru kab. Bone  dan saya tidak Positif, bahwa sahnya berita-berita itu adalah Hoax dan sahnya saya tidak positif Corona,” ucap Arma yang pandu melalui telepon dalam video itu.

Padahal berdasarkan pemantauan kami di situs terpercaya milik pemerintah https://covid19.sulselprov.go.id telah menandai dan menuliskan seorang pemuda berusia 20 tahun yang berstatus Positif pengidap penyakit covid-19 yang beralamat di desa Lamuru, kecamatan Tellusiatinnge, kabupaten Bone.

Dengan demikian, sebagai salah satu informasi yang dapat dipercaya tersebut, menunjukkan bahwa Arman telah mengalami pemeriksaan rapid test dan selanjutnya melakukan pemeriksaan swab uji laboratorium RSC yang tentu jika kedua metode tersebut telah dilakukan kepda seorang pasien tentu kebenaran ini tak bisa terbantahkan.

Data dan Laporan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel menyatakan terdapat 1 orang dari Kab. Bone yang positif Corona. Yang bersangkutan adalah warga dari Desa Lamuru Kec.Tellu Siattinge Kab.Bone. Ia adalah Jenis Kelamin Laki-laki (20 Thn) santri dari Pondok Pesantren Al-Fath Temboro, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.

Terkait wabah virus Corona (COVID-19), Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini telah memperkenalkan istilah yang disebut sebagai  OTG (Orang Tanpa Gejala)

Mereka yang termasuk ke dalam kategori OTG virus Corona (COVID-19) ini tentu saja tidak menunjukkan ciri atau gejala apapun sehingga sangat sulit untuk dideteksi.

Bahkan, mereka sendiri tidak dapat memastikan apakah saat ini termasuk ke dalam kategori OTG atau tidak. Pasalnya, COVID-19 memang tidak selalu menimbulkan gejala. Hal tersebut biasanya dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang masih kuat untuk melakukan perlawanan terhadap virus.  Sebab itu OTG dinilai paling berbahaya menyebarkan virus ke masyarakat.

Juri bicara pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto beberapa waktu lalu mengatakan pemerintah melihat penularan dan sebaran kasus ke beberapa daerah di Indonesia, karena adanya pergerakan orang tanpa gejala (OTG) yang melakukan mobilisasi ke berbagai wilayah.

OTG positif adalah orang yang sistem imun tubuhnya kuat, sehingga virus mampu ditekan dan mempengaruhi tubuh, tapi tetap bisa menularkan kepada orang lain.

Efeknya bakal lebih berbahaya jika menginfeksi orang dengan sistem imun lemah, misalnya memiliki penyakit jantung, diabetes, ginjal, gangguan pernapasan kronis hingga hipertensi.

@2020: Md

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Mirip Kasus Kab. Bone, Pemuda Pangkep Positif Covid-19 Tanpa Gejala. Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan