728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Sabtu, 02 Mei 2020

CERPEN : CINTA TERHALANG CORONA


Oleh : Sitti Dahlia Azis




Rasa kasih terkurung
Libur ini terlalu panjang
Kapan bertemu denganmu kekasih pujaan
Lara duka rindu terbingkai dalam doa

Mungkin perasaan kita sama. Merindu .. menanti perginya pandemi Covid 19. Tapi aku tidak menemukan alat pendeteksi hati, yang ada hanyalah alat untuk mendeteksi suhu .. diperiksa apakah panasnya tidak melebihi 37,5 derajat. Baik itu di masjid, mall atau tempat umum lainnya seperti bank (ATM).

“Liburan ini panjng dan terasa amat menyesakkan. Sedang asyik-asyiknya kita bersendagurau dengan teman sehabis USBK … berkumpul di sekolah walau aktivitas kebanyakan berkisar pengimputan nilai rapor. Untuk persiapan UNBK mendatang.” Ini isi whatshapp grup anak wali saya.” Mereka menggabungkan saya, mungkin sebagai rasa sayang atau meminta pemantauan dari wali kelasnya.

Cating dari Isfan juara kelas XII MIPA 6 itu adalah ungkapan rasa berselimutkan kepedihan karena adanya surat edaran Gubernur agar siswa dirumahkan , pengganti istilah libur, Mereka tidak bisa lagi berkumpul di sekolah sebagaimana hari-hari lalu. Sunyi tanpa teman sekelas, seangkatan ataupun adik-adiknya di kelas XI dan X.

Siswa-siswa memang dekat  pada saya … mungkin juga dengan guru lain. Mereka memang manja tapi tetap santun dan menjaga etika. Saya pribadi tidak membedakan antara anak wali, kelas yang saya ajar atau kelas yang dibina oleh guru PKN honorer. Saya menganggap bahwa semua siswa di sekolah saya adalah binaan saya seluruhnya. Kedekatan mereka terlihat dari sapaan kalau saya lewat depan kelas atau sedang di lapangan atau di luar kelas. Ada yang minta foto bareng saat saya melintas dekat kelasnya. Duh, kayak artis saja. Tapi syukur banyak fans . Tidak apa-apa dan saya tidak jual mahal atau pasang wibawa .. silahkan. Dengan cara itu saya mencoba menjiwai dan mengerti apa keinginan mereka. 

Memang tak ada yang dibedakan, tapi ada 3 orang siswa yang sering menyita perhatian saya. Mereka sangat kompak. Ramli, Suci dan Isfan.

“Buu … Ibu lihat Lalli tidak? Suci menghampiri saya, menanyakan keberadaan  Ramli.

“Tidak. Memang dia kenapa?”

 “Buu … “ Suci merajuk manja.  

“Ada apa dengan Ramli?” tanyaku sambal memegang pundaknya   

“Tadi katanya mau bareng ke kantin, makan dan nanti sholat berjama’ah, buu.” Jawab Suci 

“Mungkin dia menunggu nak Suci di sana ?!”   

“Iyaa bu. Dia mainin saya lagi buu .. Emm. Sepertinya sudah duluan bersama Isfan.” Ucap Suci.

“Iya .. disusul saja. Entar bisa barengan sholat Dhuhur     

“Baik buu.” Suci meraih tanganku dan santun sekali dia cium tangan dan bahkan minta bermanja menciumku. Bahkan memelukku tanpa ragu. 

Di sini, di kamarku,.. jaga jarak, kutuliskan sebaid puisi dan kudendangkan lagu “Kau yang sangat kusayang, karena kau gadis pendiam. Wajah keibuan tersungguing senyuman. Hati ini mengagumimu. Ah, masa begini .. aku gurunya. Tapi aku bebas menghibur diriku. Bernostalgia … mengingat mereka.
Cinta bagiku itu bermakna luas.Yang abadi dan murni sejati hanyalah kasih dan sayang. Akan abadi dalam jiwa.

Stay at home. Aku mengingat kalian anak-anakku kelas XII. Sejak kalian dirumahkan, kami hanya menyapa adik-adikmu kelas XI dan X lewat belajar daring (online). Proses belajar mengajar hanya lewat wa dan zoom. Dengan vicom kami bisa saling melihat dan mengikis rasa rindu ini. Mengikis … bukankah itu malah menyulut atau mengorek luka …  rasa yang kami genggam untuk kembali ke sekolahan?

Kubuka kembali galeri atau memory di hapeku. Foto dan video saat porseni dan upacara terakhir kelas XII. Semua tersimpan rapi. Ada yang rombongan dengan Kepsek, guru2, staf dan siswa Angkatan 2019/2020. Ada yang rombongan jarak dekat. Tiba-tiba pandangan saya berhenti agak lama di foto berdua. Ada Bersama Ramli, ada berdua dengan Isfan dalam seragam paskibra … dan bersama suci dalam pakaian adat warna hitam gabung dengan warna merah maron berhias payet kuning. Oh , wow.

Kalian anak-anakku Angkatan 2019/2020, Angkatan yang kami lepas tanpa acara penammatan atau perpisahan. Semoga masa depan kalian lebih cerah. Berpositif thingkinglah bahwa  kalian kuat. Benih yang sudah di tanam tetap disemaikan dan kalian akan menuai hasilnya. Perbanyak doa di masa sulid Covid 19. Ini ujian yang harus kalian lewati.  

Selamat berjuang anakku. Ini kado ibu untuk kalian. Sebuah cerpen berisi kenangan yang tak terlupakan. Jaga akhlak dan moral di manapun berada. Ingat ibu guru PKN -mu yang bergelar Perjuangan dan Doa. Salam sehat dan sukses selalu. 

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: CERPEN : CINTA TERHALANG CORONA Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan