728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 08 Mei 2020

Curhat Kasat Pol PP Makassar, Iman Hud Menangis Ketika Melaksanakan Tugas Penerapan PSBB di Masjid


RS-02.Com - Curhat Ka.Sat Pol PP, Iman Hud kepada kami menceritakan betapa hatinya teriris ketika menjalankan tugas dalam pelaksanaan PSBB dimasa pandemi Covid-19 di Makassar.
                                                                    
Iman Hud, menjadi bahan perbincangan di media sosial saat ini akibat perilaku anggotanya yang kadang berlaku kasar terhadap warga Makassar, terlebih lagi saat terjadinya Insiden Toko New Agung Jl. JenderAl Sudirman, Makassar tepatnya depan Mall Ratu Indah, dimana seorang anggotanya melakukan pemukulan terhadap salah satu karyawan ketika melakukan razia.

“Pertama-tama saya memohon maaf atas tindakan anggota kami yang dinilai salah karena berbuat anarkis, bagiamanpun tindakannya itu adalah salah dan karena tindakanya itu ia harus dihukum,” Kata iman Hud membuka pembicaraan kami melalui Handphone kamis Sore 7 Mei 2020.

Selanjutnya Iman menceritakan kalau dirinya tak lain adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, ia sangat tahu bagaimana kedudukannya sebagai hamba Allah yang selalu bersikap terhadap sesama.



“Kami ini manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, manusia siapa sih yang tak punya salah ? kami bukan seorang nabi, kami tahu bagaimana sebenarnya bersikap sebagai hamba Allah yang selalu ramah terhadap sesama, namun disatu sisi kami harus dan wajib menjalankan tugas dengan tegas, kami ini adalah bawahan yang harus tunduk kepada atasan, apa yang diperintahkan akan kami jalankan,” ungkapnya lagi

Apakah anda tahu jika yang dilakukan kadang dinilai salah oleh orang lain ?

“Kami tahu itu semuanya, tapi apabila terjadi insiden yang tak pantas maka kami kembali lagi menilai diri kami yang tak luput dari salah, punya batas kesabaran.  Cobaki bayangkan kalau kita sudah bertugas  siang malam tapi ada yang (Patua-tuaki-Bugis) bagaimana kita punya perasaan.  Kalau satu duakali saja kita peringatkan dan mereka menurut mungkin tak ada masalah, akan tetapi jika sampai berkali-kali mereka tetap membandel, apakah kami tidak akan murkah ? Allah SWT saja yang maha segala-galanya bisa murkah apalagi kami sebagai manusia biasa."


Sat Pol PP Makassar jadi viral karena insiden Toko Agung, apa tindakan terhadap anggotanya  yang melakukan pemukulan terhadap salah satu karyawan Toko tersebut ?



“Jika ada Anggota kami yang melakukan pelanggaran tentu akan kami beri hukuman, namun sebaliknya juga pemilik Toko-toko yang nakal pun harus diberi Sanksi.  Terkait Insiden Toko Agung,  kami sangat kesal terhadap Manajemen Toko Agung yang tidak megindahkan himbauan kami, dan itu berulang kali kami beri teguran bahkan sampai 10 kali, itu kan namanya (Patua tuai-Bugis), belum lagi dengan adanya preman-preman yang melindunginya, masyarakat tentu juga ada yang mengeluh terhadap preman-preman Toko New Agung yang kadang memaksa masyarakat membayar biaya parkir yang tidak sesuai dengan semestinya.” Unkapnya dengan nada kesal


Lebih lanjut, “Kami ini manusia biasa, dan punya batas kesabaran, dan kami ini juga adalah bawahan.  Masyarakat tentu ada yang menilai kami terlalu Arogan, padahal kami ini bekerja untuk menyamaratakan semua warga tanpa membeda-bedakan Toko kecil, Besar dan pedagang kaki Lima, jika membiarkan Toko-toko besar tetap beroperasi berarti kami sebagai Satpol PP dinila tebang pilih yang hanya menegur dan melarang Toko-toko kecil dan pedagang kaki lima namun membiarkan yang punya modal besar.  

Coba kita bayangkan bagaimana kami menggusur saudara-saudara kami pedagang kecil-kecilan di Pantai losari, belum lagi kami menutup warkop-warkop milik seoarang wartawan yang hanya sekedar cari makan dari hasil penjualan kopi, sementara Toko-toko besar  dan punya modal banyak seenaknya berbuat, itu masalahnya, jadi kami harus berdiri disemua lini dan tak ingin membeda-bedakan ?”

Apakah sebagai muslim bapak tidak merasakan kesedihan jika melakukan tindakan terhadap Jamaah Masjid yang melakukan Sholat berjamaah dimasa pandemi ini ?

“Orang-orang tidak tahu Bagaimana kami menangis ketika kami mendatangi sebuah Masjid dan melarangnya untuk Sholat berjamaah, kami juga ini sebagian besar Muslim yang taat Ibadah, Apalagi saya adalah Alumni IMMIM dan mondok selama 4 tahun (85-89), tapi kami tetap menjalankan tugas demi untuk semuanya,” jawabnya

Sambil terisak Iman melanjutkan curhatnya “Kami tahu saudara saudari kami se Muslim yang saat ini menjadi panitia dan pengurus Masjid di Bulan Suci Ramadahan tentu sangat menderita, utamanya bagi Marbot dan petugas-petugas kebersihan Masjid yang hanya mengharapkan Makan dari Intensip yang diberikan dari hasil sumbangan Masjid, Mereka juga butuh Makan dan Minum dan saat-saat seperti inilah dibulan Suci Ramadhan mereka sesungguhnya menikmati berbagai pemasukan berupa sumbangan dari orang yang berhati Ikhlas, dan Bulan Suci inilah paling terbaik bagi Masjid-masjid untuk bisa mendapatkan donator lebih banyak dibandinga dihari-hari lainnya agar bisa membiayai semuanya termasuk biaya Listik,” sedih Imam

Saat ini Sat Pol PP dianggap paling arogan dalam bertugas, bagaimana menurut bapak ?

“Kami terkadang dan mungkin dicap sebagai petugas yang Arogan, akan tetapi mereka tentu tak tahu bahwa yang kami perbuat adalah untuk mereka juga, dan mereka tidak tahu kalau kami ini tak ada apa-apanya dan selalu tunduk kepada atasan.  Tidak ada tendesi lainnya karena yang kami lakukan hanya semata-mata untuk kita semua, kalau boleh bersikap biasa-biasa saja tentu juga kami bisa, tapi kembali lagi bahwa tugas ini adalah sebuah amanah yang harus kami jalankan dan tak ada kata menyerah,” katanya

Bagaimana tanggapannya tentang Pernyataan Gubernur yang meminta bapak untuk tidak bersikap lebih santun.?

“Arahan Bapak Gubernur mengenai koreksi sikap perilaku terhadap pelanggar PSBB, segera kami tindaklanjuti dengan lebih mengedepankan cara cara yg santun dan humanis.  Melibatkan lebih banyak Satpol PP Perempuan dalam melakukan himbauan di lapangan pada saat psbb tahap kedua. Sejalan dengan hal tersebut mengenai tata cara prosudural penerapan PSBB jilid dua, kami masih menunggu surat keputusan walikota, mengingat jikalau ada perubahan mekanisme protokol covid toko toko tertentu yang harus buka semua harus merujuk pada SK walikota, karena inilah yang akan menjadi legal standing kami dalam penegakan peraturan selama pelaksanaan psbb tahap ke dua agar  tidak terjadi mis interpretasi dari berbagai pihak pada tahap penerapannya.

Kami selaku Kasat Pol PP dalam melaksanakan tugas, fungsi  dan kewenanangan harus tunduk  pada hirarkis kepemimpinan,mengingat Gubernur Kepala Daerah adalah Pimpinan tertinggi di daerah sekaligus wakii pemerintah pusat yang ada di daerah, dan dilain sisi kami harus menjalankan Perwali No 22 Kota Makassar,” Pungkasnya.

Selamat bertugas ya pak, meski dihina dicaci dan dimaki demi untuk negara, bapak harus terus bekerja.

"InSya AllAh,"

@2020: RS

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Curhat Kasat Pol PP Makassar, Iman Hud Menangis Ketika Melaksanakan Tugas Penerapan PSBB di Masjid Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan