728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 03 Juli 2020

Nurcholis Arafat: OJK Itu Profesional dan Mampu Melindungi Konsumen ?


RS-02 - Limit Indonesia tidak memungkiri selama Pandemi Covid-19 khusunya di Makassar, ada pengaduan dari Masyarakat selaku konsumen yang merasa dirugikan ratusan juta pada rekening Bank miliknya.

“Terdapat salah satu Pengaduan Konsumen B*I di Tamalanrea, dimana pengadu telah dirugikan ratusan juta pada rekeningnya dan telah dilaporkan ke OJK, namun diduga sampai detik ini tanpa perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," Ujar Nurcholis Arafat Usman dari LIMIT INDONESIA  Kamis (2/720).

Lebih lanjut Aco, sapaan Nurcholis menjelaskan bahwa OJK mestinya jujur dalam bersikap, siapapun dan berapapun kerugian Nasabah yang diderita, pihak Bank yang menyimpan uang Nasabah tersebut, seharusnya di selidiki oleh OJK, kemudian perkembangannya disampaikan kepada Pihak yang dirugikan (pengadu), sebab bank itu adalah lembaga kepercayaan serta setiap nasabah dijamin simpanannya oleh Peraturan Perundang-Undangan.

Kata Aco pula, Jika ada Lembaga kepercayaan yang sudah tidak lagi dipercaya oleh masyarakat, tentunya hal ini sangat berbahaya bagi Perekonomian Negara. Oleh karenanya harapan Limit Indonesia, OJK jangan sampai lalai menyikapi Pengaduan Masyarakat seperti yang telah diadukan inisial AW tertanggal 18 Mei 2020 terhadap Perilaku Bank B*I, dimana sampai berita ini diriliss  belum memperoleh tanggapan apalagi tindakan dari OJK sesuai kewenangannya.

Padahal, ujar Aco, Sejak Negara Memproklamirkan keberadaan OJK tahun 2011, Masyarakat sangat antusias dan memberi Harapan besar kepada lembaga ini, karena dengan terpisahnya beberapa kewenangan dari Bank Indonesia ke OJK, diharapkan agar Investasi Masyarakat dapat benar-benar aman dan terjaga serta didukung dengan regulasi yang memperketat atas Pengawasan terhadap Lembaga Jasa Keuangan (Bank) dalam ruang Perlindungan Konsumen. Namun dalam perjalanannya sangat jauh dari harapan masyarakat, bahkan terkesan Pengadu merasa diabaikan seperti yang dialami  AW.

Aco meyakini, Otoritas Jasa Keuangan memiliki  kekuatan yang tidak dimiliki oleh lembaga-lembaga lain, seperti halnya OJK berwenang melakukan Penyidikan dan sekaligus pembelaan hukum terhadap setiap Konsumen yang mengadu ke OJK, begitu pula sebaliknya, Jika Bank yang dirugikan oleh siapapun.

Sedangkan Bank dalam kegiatan Usahanya yang menghimpun dana masyarakat,  harus benar-benar melaksanakan  Prinsip yang  dijadikan Pedoman Pelayanan, yaitu Prinsip kehati-hatian dan itu berlaku  selain kepada Pejabat, berikut  karyawan bank, sebab setiap kerugian Nasabah menjadi tanggung jawab korporasi, ujarnya.

Keyakinan Aco, Limit Indonesia tetap percaya bahwa OJK masih mampu Melindungi Konsumen tanpa harus digugat oleh Konsumen yang telah dirugikan, utamanya dalam  melindungi  Kerugian AW  salah satu Nasabah pada Bank B*I di Tamalanrea dan kejadian ini  telah diadukan  ke OJK.

“Namun demikian,  Limit Indonesia tetap percaya dan berkeyakinan bahwa masalah yang diadukan oleh Pengadu pasti akan ditindaklanjuti oleh OJK, karena lembaga OJK itu Profesional dan banyak memiliki  kewenangan yang diberikan oleh Negara serta memiliki Sumber Daya Manusia yang handal, sekalipun pada sisi lain tidak dilengkapi Hak Imunitas yang cukup, namun hal itu tidak berarti, tidak akan menjadi Prioritas utama dalam melindungi Konsumen Bank,” tutup Nurcholis Arafat Usman atau yang dikenal aco.

Red: (MMT)

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Nurcholis Arafat: OJK Itu Profesional dan Mampu Melindungi Konsumen ? Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan