728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Jumat, 03 Juli 2020

OJK Mesti Mampu Memfasilitasi Konsumen yang Dirugikan oleh Lembaga Jasa Keuagan


RS-O2 - Munculnya pengaduan dari Masyarakat pengguna jasa keuangan Bank dimasa pandemic Covid 19, membuat nasabah lainnya menjadi was-was terhadap kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akhir-akhir ini kurang merespon keluhan Nasabah.

Seperti yang diungkapkan oleh  Sekeretaris Jenderal Masyarakat Peduli Konsumen RI, Yhoka Mayapada (02/7/20) bahwa Otoritas Jasa Keuangan seharusnya mampu memfasilitasi penyelesaian pengaduan Konsumen yang telah dirugikan oleh pelaku di Lembaga Jasa Keuangan  atau bank, apalagi disaat-saat Pembatasan Sosial Masyarakat karena adanya Covid 19.

“Kita ketahui, setiap Pejabat OJK itu memiliki akhlak, moral, dan integritas yang baik, selain dari itu cakap melakukan perbuatan hukum dan mempunyai pengalaman atau keahlian di sektor jasa keuangan, Lalu apa yang menjadi Penyangsian atas tindakannya ?” kata Yhoka

Ia juga berharap banyak agar semoga saja tidak ada pengaduan yang tidak terlayani dengan baik oleh OJK, jika saja ada Masyarakat atau Konsumen tidak memperoleh layanan karena dirugikan oleh pihak bank, saya kira Dewan Komisoner harus bertindak cepat, sebab.

"kejahatan di perbankan itu secepat kilat, apalagi jika dilakukan oleh pihak luar dengan bekerja sama orang dalam", lanjutnya.

Lebih lanjut mengatakan,  konsumen Bank juga perlu berhati-hati dengan setiap karyawan bank, yang  terkesan kadang modusnya ingin membantu Nasabah konsumen, seperti halnya  konsumen yang tidak mengerti tentang suatu Produk Bank, contoh Sms Banking, jika Pendaftarannya diserahkan kepada pihak karyawan dengan cara mengotak-atik Handphone Konsumen, maka otomatis password nya diketahui pula oleh pihak karyawan dimaksud. Atas tindakan  ini, setiap saat Karyawan tersebut dapat memantau keluar-masuknya uang Nasabah. Namun perlu disadari oleh pihak Bank, bahwa setiap tindakan karyawan yang merugikan konsumen lembaga jasa keuangan adalah merupakan Tanggung Jawab Perseroan atau bank yang dimaksud, hal itu berdasarkan Peraturan Perundang-undangan dibidang Jasa Keuangan.

Disi lain, ada ketidakpahaman Konsumen terhadap Niat Jahat Karyawan Bank terhadap Nasabah Konsumen, maka kehadiran OJK, semestinya mampu berbuat lebih terhadap setiap pengaduan yang diterimanya sekaitan dengan tugas dan Fungsinya. Sekalipun pada UU OJK, menjamin bahwa  Anggota Dewan Komisioner tidak dapat diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, “Namun jangan dilupakan, setiap perbuatan  seperti melanggar kode etik, memiliki benturan kepentingan di Lembaga Jasa Keuangan yang diawasi oleh OJK dan atau melanggar sumpah adalah tindakan yang dapat diberhentikan dan tidak membatasi Konsumen untuk menggugat selain kepada Bank, juga kepada OJK karena kealpaannya tidak melakukan tindakan atas perintah Undang-Undang,” pungkasnya.

Sementara itu, pada 1 Juli 2020, Otoritas Jasa Keuangan meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan. OJK menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah informasi hoax dan tidak benar.

Berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16% (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/DPK terpantau pada level 123,2% dan 26,2% jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Hingga berita ini kami publikasikan, belum ada klarifikasi tentang aduan Masyarakat yang merasa dirugikan

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: OJK Mesti Mampu Memfasilitasi Konsumen yang Dirugikan oleh Lembaga Jasa Keuagan Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan