728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Minggu, 13 September 2020

Revisi Perda Minuman Beralkohol Legal Dijual Online Ditolak Sebagaian Besar Fraksi DPRD Kota Makassar



RS-02.COM - Revisi Rancangan Perda tentang Perdagangan minuman beralkohol (Minos), Kota Makassar yang  tengah di godok di DPRD kini ditolak sebagian besar Fraksi.  9 Fraksi yang ada diparlemen ini hanya Dua Fraksi yang menyetujui sementara 1 Fraksi tak hadir dalam rapat penetapan lanjutan Ranperda Minol tersebut.

Keputusan mutlak Anggota DPRD, Makassar tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai Ormas yang selama ini memperjuangkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, karena dalam Ranperda ini salah satu pasal yang akan ditambahkan pada revisi Perda NO. 4 tahun 2014 yakni akan dilegalkannya atau dijual bebasnya minuman beralkohol secara Online.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh Anggota Dewan Kota Makassar yg menolak perda Minol yang akan dijual secara online,” ungkap Uzt. Firdaus Malie yang ikut berorasi didepan kantor DPRD Kota Makassar saat rapat berlangsung Jumat (11/9/20).

Keputusan pemberhentian Pembahasan Ranperda itu adalah suatu kesyukuran, karena menurut Wakit Ketua DPD FPI Sulsesl bidang Da’wah ini, apabila kebijakan ini disetujui oleh DPRD, maka sangat riskan sekali terhadap moralitas anak bangsa, generasi penerus NKRI dan tentu kebijakan ini sangat bertentangan dengan Sila Pertama dari pancasila yaitu ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’.

“Namun yang lebih kami Syukuri adalah ketidak hadiran PDIP dalam rapat pembahasa tersebut,” ungkap Firdaus

Dalam pembahasan penetatapan lanjutan Ranperda Minol yang berlangsung di ruang Paripurna DPRD Kota Makassar, Dua Fraksi yang menyetujui langkan Anggota Dewan untuk melanjutkan Ranperda Minol yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi Gerindra, sementara satu Fraksi yang selama ini disebut sebagai inisiator Ranperda Minol memilih untuk Absein yakni Fraksi PDIP.

“PDI-P kabur. Tidak hadir karena tidak bisa dengar Pekikan Takbir,” tutup Firdaus Malie.



Dengan diputuskannya pemberhentian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Minol. Maka Perda NO. 4 tahun 2014 tetap diberlakukan dimana dalam pasalnya tak pernah ada dicantumkan penjualan Miras dilegalkan secara Online.

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo memutuskan mengetuk palunya dan memutuskan pembahasan revisi Perda Minol resmi dihentikan. Dalam sidang paripurna, enam fraksi menolak Ranperda ini untuk dilanjutkan. Yaitu PAN, PPP, PKS, Nasdem, dan Nurani Indonesia Bangkit.

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo memutuskan mengetuk palunya dan memutuskan pembahasan revisi Perda Minol resmi dihentikan. Dalam sidang paripurna, enam fraksi menolak Ranperda ini untuk dilanjutkan. Yaitu PAN, PPP, PKS, Nasdem, dan Nurani Indonesia Bangkit.

Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anwar Faruq merasa mensykuri jika pembahasan Ranperda Minol itu dibatalkan, karena sejak awal PKS tidak pernah menyetuji Ranperda tersebut.   

Saat Rapat pembahasan Ranperda Minol berlangsung di ruang badan anggaran DPRD Kota Makassar, Rabu (19/8/2020) lalu yang dipimpin oleh ketua Bapemperda, Erick Horas dan Wakil Ketua Bapemperda, Azwar, Azwar yang mewakili fraksi PKS menolak untuk membahas rancangan perda ini, sebab ia menganggap dengan dibentuknya perda ini justru akan melemahkan penegakan terhadap minol di Kota Makassar.

Dengan demikian Fraksi PKS akan tetap memperjuangkan Pemberantasan Minol khususnya di Kota Makassar, disebutkan juga oleh Anwar bahwa Fraksi Gerindra dan Fraksi Demokrat menyetujui kelanjutan Pembahasan Ranperda Minol sementara Fraksi PDIP memilih Absen.

“Alhamdulillah, Allahu Akbar,” pekik Anwar Faruk

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP), Andi Bukti menyampaikan jika dinas yang dibawahinya dengan adanya keputusan Pembatalan Rancangan Perda Minol oleh DPRD Kota Makassar maka ia akan tetap mengacu sesuai perda yang ada yakni perda No. 4 tahun 2014.

“Iye, karena belum dicabut,” ungkapnya singkat


@2020: (Andi)


loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Revisi Perda Minuman Beralkohol Legal Dijual Online Ditolak Sebagaian Besar Fraksi DPRD Kota Makassar Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan