728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Rabu, 14 Oktober 2020

Markas Organisasi Pemuda Islam PII & GPII Diserang Aparat, Sejumlah Aktivis Ditangkap

RS-02.COM - Dua Markas organisasi pemuda Islam yang beralamat sama, Kompleks Menteng Raya diserang pihak aparat keamanan. Penyerangan ini terjadi usai jalannya Aksi Demonstran disekitar tugu monas yang memprotes UU Omnibus Law yang tanggal 5 lalu disahkan oleh anggota DPRI.

Dua organisasi yag dimaksud yakni PII (pelajar islam indonesia dan GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia. Organisasi islam ini memang dikenal selalu konsen membela islam dan umat sejak orla (orde lama) & orba (orde baru), orde Reformasi hingga saat ini (orde jokowi).­­­

Berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, penyerangan ini terjadi pada Selasa Malam. Tak lama usai penyerangan, beredar video jejak kerusakan sekretariat tersebut. Dalam video yang beredar terlihat kedua Markas diserang. Bercak darah terlihat berserakan dilantai dan juga beberapa property hancur. Selain itu, dikabarkan 10 orang kader PII ditangkap.

Markas Pelajar Islam Indonesia (PII) yang beralamat di Menteng 58 Jakarta Pusat diserang aparat kepolisian pada Selasa (13/10/20) sekitar pikul 21.30 Wib. Pengurus Besar PII menyatakan jika Kader PII yang ditangkap tidak terlibat dalam aksi penolakan Omnibus Law.

PB PII telah mengeluarkan pernyataan sikap melalui surat bernomor PII-PB/Sek /27/X/1442-2020 yang menyesalkan tindakan represif kepolisian dengan menyerang membabi-buta sekretariat mereka. Mereka juga mengecam keras kader-kadernya yang menjadi korban salah tangkap dan mendapat luka serius di bagian kepala.

Husin Tasrik Makrup Nasution, Ketua Umum PB PII dalam keterangan persnya  pada Rabu dini hari (14/10/20) menyatakan jika Penyerangan Sekretariatnya tidak seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan dalih apapun tindakan tersebut tidak dibenarkan, meskipun dengan dalih menindak masa yang berbuat kekerasan dan kerusuhan. Aparat kepolisian mestinya harus berlandaskan pada aturan yang berlaku dan penghormatan kepada Hak Asasi Manusia. Ia menguraikan peraturan Kapolri Nomor 8/2009 tentang Pedoman Implementasi Hak Asasi Manusia. Semestinya jika aparat kepolisian berpedoman terhadap peraturan tersebut, maka tindakan-tindakan refresif seperti itu tidak terjadi.

Sementara itu pengurus besar GPII juga mengecam keras atas tindakan pihak aparat kepolisian yang menyerang sekretarianya di Jl. Menteng Raya 58 Jakarta pusat.  Mereka meminta pihak kepolisian membebaskan kader-kadernya yang ditangkap oleh pihak kepolisian dan dibawah ke Mapolda untuk segera dilepaskan, sebab menurut ketua umum GPII, Masri Ikoni, para kader yang ditangkap itu, berada di sekretariat ketika sedang menjalankan rutinitas organisasi dan bukan bagian dari massa penolak Omnibus Law.

Di markas GPII, Masri mengaku akan menempuh jalur hukum untuk masalah kasus ini.  Selain itu, Masri menghimbau kepada seluruh kader yang berada di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan menahan diri, tidak mengambil tindakan diluar konstitusi Negara. 

Masri mengaku akan mendesak Kepala Kepoliasan Rebuplik Indonesia untuk mengevaluasi jajarannya karena tidak mengedepankan protokol POLRI dalam mengamankan aksi demontsrasi

Hingga berita ini kami publikasikan, klarfikasi dari pihak kepolisian belum kami dapatkan.

Berikut 10  kader dan pengurus PII yang ditangkap :

    Anja Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta)

    Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII Jakut)

    Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut)

    Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta)

    Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta)

    Zaenal Abidin (Kader PII Jakut)

    Mahmud Saadi (Kabid PPO PW PII Jakarta)

    Agung Hidayat (Staff KU PW PII Jakarta)

    Asep Saefurrahman (PB PII)

    Julherman (PB PII)

 

@2020: (Md)

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Markas Organisasi Pemuda Islam PII & GPII Diserang Aparat, Sejumlah Aktivis Ditangkap Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan