728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Sabtu, 24 Oktober 2020

Narapidana Asimilasi Corona Bantai Isteri dan Mertua Karena Digugat Cerai

RS-02.Indonesia - Pelaku pembacokan Isteri dan kedua mertuanya ternyata adalah narapidana Asimilasi Corona yang dibebaskan oleh pemerintah. Pelaku, Syafruddin Dg. Lewa melakukan Insiden penganiayaan berat itu di Jalan Barawaja, Kota Makassar, Jumat (23/10/20) dua hari setelah dibebaskan oleh lapas kelas 1 Makassar.

Kepala Lapas Kelas 1 Makassar, Robian membenarkan informasi kepolisian terkait pelaku merupakan mantan napi Asimilasi Corona.

"Asimilasi dia, dia asimilasi corona. Kita serahkan ke polsek saja, dia mendapat asimilasi baru saja, tetapi kami sedang mendalami informasi selanjutnya, bagaimana dia keluar. Nanti perkembangannya kami sampaikan," ucap Robianto kepada media, Jum’at Malam

Sejak April 2020, ada lebih  dari 2.000 napi di Sulsel mendapat pembebasan asimilasi corona. Terdiri dari asimilasi dan integrasi. Itu hanya untuk kasus pidana umum.  Untuk kasus korupsi tak mendapat Asimilasi dari pemerintah pusat.

Pemberian asimilasi oleh pemerintah dengan alasan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dalam lingkungan Lapas. di Makassar, Sulawesi Selatan, ada ratusan napi yang mendapat Asimilasi Corona salah satunya adalah Safruddin Dg. Lewa pelaku penganiayaan Isteri dan Kedua Mertuanya.

Sementara itu Jajaran Unit Reskrim Polsek Panakukang Makassar, mendalami untuk mengungkap motif di balik pembacokan yang dilakukan DL terhadap istri dan kedua mertuanya.  Gugaan awal, penganiayaan dilakukan terkait gugatan cerai yang dilakukan isterinya.

"Motifnya ada dugaan dendam karena digugat cerai sama sang istri. Korban SF Ini kan istri ketiga pelaku," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman di Kantornya.

Iqbal membenarkan jika pelaku adalah residivis pembunuhan.  Disebutkan, bahwa SDL melakukan pembunuhan pertama di Kalimantan, setelah dinyatakan bebas dia kembali ke Sulsel dan melakukan lagi pembunuhan di Jeneponto.

Sementara itu, beberapa warga menyebutkan jika  SDL belum begitu lama keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Makassar, dan dibenarkan jika DL merupakan residivis yang pernah terlibat kasus pembunuhan. Informasi dari pihak keluarga, pelaku ini masih menjalani hukuman pidana di Lapas Kelas 1 Makassar, katanya pelaku ini divonis 9 tahun penjara karena melakukan pembunuhan di kab. Jeneponto.

Krologis kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh DL, insiden penganiayaan berat ini terjadi di Jalan Barawaja, Kota Makassar, pada Jumat (23/10/20) sekitar pukul 12.00 Wita.

Penganiayaan dilakukan SDL dengan membacok istrinya, SF (30) dan mertuanya, AL (62), serta SL (60). Usai menganiaya, SDL langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian dan bersembunyi disebuah rumah di Jdi Jalan Pampang.

Beberapa jam kemudian, pihak Resmob, polsek panakukang melakukan penyergapan terhadap SDL di tempat persembunyiannya

Saat hendak ditangkap, SDL melakukan perlawanan dan beberapa kali pembacok salah satu personil kepolisianm Bripka Zul Qadri yang mengenai bagian kaki dan Wajah.  Polisi melakukan penembakan, namun mesti diperingatkan SDL tak lantas menyerah dan tetap hendak menyerang polisi dengan parang terhunus ditangannya.  Polisi melakukan tembakan berulang-ulang hingga SDL jatuh tersungkur.  

Dari keterangan pihak kepolisian, SDL ditembak mati karena dikuatirkan membahayakan bagi petugas dan warga setempat, disamping telah membacok salah seorang personil kepolisian.

Jenazah SDL dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan autopsi. Sementara korban Bripka  Zul Qadri di Larikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina dengan menggunakan kendaraan  bermotor roda dua yang videonya sempat viral detik-detik saat Zul Qadri dievakuasi dimana dia diapit oleh dua orang diatas motor berwarna putih untuk dilarikan ke Rumah Sakit.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti, seperti parang serta pakaian dari pelaku.  Dimana pelaku sempat berganti pakaian di rumah tempat dia bersembunyi.


@2020: (A.MsH)

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Narapidana Asimilasi Corona Bantai Isteri dan Mertua Karena Digugat Cerai Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan