728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Rabu, 09 Desember 2020

Diwajibkan Tutup Mulut, Saksi Insiden Penembakan 6 Laskar FPI: Korban Masih Hidup Saat di Km 50.

RS-02.Com - Peristiwa penembakan 6 laskar FPI yang kini masih tanda Tanya semakin mulai menberikan titik kearah yang sebenarnya.  Polisi yang menyatakan enam anggota FPI tewas dalam baku tembak di Kilometer 50 jalan tol Jakarta-Cikampek, Karawang sangat berbeda dengan keterangan yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak FPI. Disamping itu seorang keterangan berbedapun disampaikan oleh seorang saksi mata menyampaikan hal yang berbeda pula, bahkan mengatakan jika mereka diwajibkan tutup mulut.

Seperti diketahui sebelumnya, phak FPI yang pertama kali mengeluarkan pernyataan sekitar 12.00 Wib malam sebagai bentuk pengumuman atas hilangnya Laskar Pengawal HRS yang menurutnya tengah diculik oleh orang tak dikenal. Jelang beberapa jam kemudian, Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Raya Inspektur Jenderal Fadil Imran menyatakan mereka tewas dalam upaya polisi membela diri dari serangan senjata tajam dan senjata api. Lokasinya di jalan tol Jakarta-Cikampek pada sekitar Kilometer 50. Sebelumnya, polisi dan anggota FPI itu saling pepet dengan mobil di sekitar Kilometer 47. Pengawal hendak mengusir mobil polisi yang ingin memotong iring-iringan kendaraan keluarga Rizieq Syihab.

FPI menampik tudingan tembak-menembak dengan keyakinan mereka tidak membawa senjata api. Menurut pihak FPI, Sekretaris Umum FPI Munarman, SH, Chevrolet Spin yang ditumpangi enam korban itu dihadang tiga mobil polisi di suatu titik jalan kota antara pintu keluar tol Karawang Timur dan pintu masuk tol Karawang Barat.

Sementara itu dikutif dari koran tempo.co dari penelusuran di TKP, Dua saksi mata menuturkan keterangan yang berbeda dengan versi polisi dan FPI. Saksi memberikan keterangan secara terpisah, mereka melihat sebuah minibus berhenti di pintu keluar rest area Kilometer 50 selepas tengah malam pada Senin lalu. Saksi X menyaksikan ban mobil tersebut kempis.

Baca Juga: 6 Laskar FPI Ditembak, Dubes RI-Ukraina: Masih Adakah Hukum yang Ber-Keadilan ? Masih Adakah Rasa Takut Kita Pada Tuhan ? 

Polisi langsung mengepung mereka. Saksi X sempat melihat sejumlah laki-laki keluar dari minibus tersebut. "Saya berani bersumpah mereka masih hidup saat itu," ujarnya, kemarin (8/12/20). Dia juga menyaksikan polisi mengeluarkan senjata tajam dari mobil. "Semacam parang."

Tidak banyak yang melihat momen itu. Saksi Y mengatakan seorang tukang parkir berupaya mendekati sumber keributan. Namun ia langsung dihalau seorang berbaju bebas. "Jangan ikut campur, biarin itu polisi lagi tanganin teroris," kata saksi Y, menirukan ucapan yang diterima tukang parkir itu.

"Gak lama setelah rame-rame, terdengar tembakan," ujar saksi Y. Dua-tiga letusan itu membuat para pedagang panik. Lapak makanan dan minuman, yang biasanya buka sampai pagi, seketika bubar sebelum jam menunjukkan angka Dua pada malam itu.

Para saksi tidak mengetahui kelanjutan nasib enam orang itu hingga Kepolisian Daerah Jakarta mengumumkan tewasnya enam pengawal Rizieq di Kilometer 50 jalan tol Jakarta-Cikampek pada Senin siang lalu. Munarman menuduh polisi menculik mereka lalu mengeksekusinya di lokasi lain.

Saksi X menduga sekelompok aparat bersiaga di area rehat dengan 20 lapak dan tiga toilet itu sejak Sabtu. Tanpa seragam, dia mengidentifikasi mereka dari pembawaan yang berbeda dari pelaju, misalnya datang berkelompok dan berada di sana seharian. "Ketika pedagang bertanya 'ada apa', mereka menjawab 'kamu tunggu saja'," katanya.

Setelah kejadian, dia melanjutkan, orang-orang dengan pembawaan sama tetap bersiaga di sana. "Mengawas-awasi lokasi," ujar dia. Saat Tempo ke rest area Kilometer 50, kemarin petang, misalnya, tampak seorang tukang parkir selama dua jam sama sekali tidak mempedulikan kendaraan keluar-masuk tempat parkir. Dia juga satu-satunya dari empat juru parkir yang bermasker.

Sulit mendapati orang yang mau berbagi kabar soal keributan di tengah malam tersebut. Dari empat orang yang ditanya Tempo soal insiden Senin dinihari itu, hanya satu yang mau bicara. Saksi X mengatakan ketua koperasi area rehat itu mewajibkan semua orang di sana tutup mulut. "Terutama soal orang-orang itu masih hidup saat di sini," kata dia.

Red: (MRS)

Lansiran dari: https://koran.tempo.co/amp/berita-utama/460565/saksi-korban-masih-hidup-saat-di-km-50?

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Diwajibkan Tutup Mulut, Saksi Insiden Penembakan 6 Laskar FPI: Korban Masih Hidup Saat di Km 50. Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan