728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Kamis, 31 Desember 2020

Ngeri ! Petugas PLN Kota Makassar Paksa Warga Bayar di Tempat yang Lewat Tanggal 20, Kalau Tidak, Meteran Dicabut

RS-02.COM - Petugas lakukan swiping meteran di kota Makassar yang telat bayar dan lewat jatuh tempo dari tanggal 20 akan dicabut meteran listriknya.  Ironisnya lagi petugas PLN yang ditengarai mirip gaya preman mengancam pemilik rumah jika tidak segera dibayar meteran langsung di cabut.

Hal ini menimpa rumah milik pemimpin Tabloid Harapan Rakyat pada hari Rabu (30/12/20).  Petugas mendatangi Rumah yang terletak di  Kelurahan Karunrung, Rappocini  dan langsung mencabut meteran tanpa peri kemanusiaan.

Pemimpin redaksi Media Harapan Rakyat, Andi Ms Hersandy membenarkan jika kejadian itu adalah benar dan tidak mengada-ada.  Ia mengatakan jika kejadian itu sungguh mengerikan karena dilakukan tanpa belas kasihan, tanpa negoisasi padahal keterlambatan pembayaran rekening belum masuk dua bulan tapi hanya lewat dari jatuh tempo tanggal 20 Desember 2020.

“ini kan tanggal 30 Desember 2020, seperti biasanya diera-era pemerintahan sebelumnya, kan kita kena denda, bukan langsung mencabut meteran dan membawanya ke PLN.  Rumah itu kan juga kita jadikan sekeretariat media Online Tabloid HR.ID,” kata Andi Ms Hersandy di kantornya Jl. Pengayoman Kota Makassar.

Andi merasa heran dengan kebijakan pemerintahan saat ini yang semena-mena terhadap rakyat tanpa belas kasihan, apalagi dimasa pandemi covid 19, mereka pasti tahu bagaimana kesulitan ekonomi warga. Mereka juga datang berombongan, 4 orang yang masuk halaman rumah yang lainnya menunggu diluar. 

“Apalagi mereka melakukan dengan gaya perampok yang sudah direncanakan dengan memutus aliran listrik terlebih dahulu sebelum ke rumah sehingga CCTV yang ada tidak berfungsi,” ungkap Andi

Ketua Ormas Rajawali Selatan ini juga menginformasikan, bahwa saat meteran akan dicabut di rumahnya, orang yang berada dirumah sudah meminta kepada pihak yang disebutnya preman PLN untuk tidak dicabut dengan alasan sebentar akan dilunasi, apalagi ini kan belum tanggal satu berarti pembayaran rekening hanya satu bulan dan didenda akibat keterlambatan, jumlahnya tidak begitu besar berkisar  Rp.270.000.

“Orang dirumah sudah memohon agar tidak usah dicabut apalagi tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya, tidak ada surat teguran yang kami terima. Kebetulan juga saya kan ada Aktifitas beberapa hari ini sehingga belum ada kesempatan melakukan pembayaran,” jelasnya

Petugas PLN itu juga berdalih dan mengatakan jika hal ini dilakukan untuk pembersihan akhir tahun, yang telat bayar tanggal 20 akan diberi tindakan keras dengan pencambutan meteran listrik.

“Tapi bersykurlah hanya sejam saja, pihak PLN telah memasang ulang Meteran Listrik yang telah di cabut namun dengan orang yang berbeda.  Hanya saja saya menyayangkan kejadian ini.  Apalagi saya dengar kabar sejumlah warga mengalami hal serupa.

Petugas PLN bernama Muhlas yang ditemuinya di kantor pengaduan Jalan Hertasning, Makassar mengatakan jika hal ini dilakukan sesuai perintah atasan, dirinya mengaku hanya menjalankan tugas.


@2020: (MRS)

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Ngeri ! Petugas PLN Kota Makassar Paksa Warga Bayar di Tempat yang Lewat Tanggal 20, Kalau Tidak, Meteran Dicabut Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan