728x90 AdSpace

Info Terkini Rajawali Selatan
Sabtu, 05 Desember 2020

PARFI Jabar, Apa Kabar Setelah Dianggap Bubar

Bangkit Bersama Alicia Djohar, Bersama Dewi Parta. Mampukah Kembali Bersinar


Oleh : Dra. Siti Sundari

Aktivitas organisasi Persatuan Artis Film Indonesia atau PARFI beberapa tahun belakangan ini boleh dikata memudar. Bahkan dianggap sudah bubar karena dalam lembaran negara tidak  lagi terdaftar. Setelah kursi Ketua PB PARFI diduduki Alicia Djohar, akankah organisasi  yang tak henti diwarnai kekisruhan dan yang notabene merupakan wadah insan artis film berkiprah dan berkarya  ini kian memudar?  Atau akan membawa angin segar dan kembali berkibar? Parfi Jabar yang juga berjalan terseok-seok  di bawah komando Dewi Parta akankah kembali bersinar?

Inilah catatan Siti Sundari hasil wawancara, penelusuran sejarah dengan beberapa Narasumber yang dirangkum dalam tulisan berikut ini

Dalam suatu organisasi pergantian  pengurus atau ketua Entah itu karena berhenti, adanya konflik atau pengurus yang tiada, Itu selalu terjadi dan sudah  biasa. Organisasi dalam perjalanannya memang penuh dinamika.  Silang pendapat atau suka dan tidak suka , ketidakpuasan, hal itu ada sejak dulu kala. Demikian pula dengan organisasi  PARFI, Persatuan Artis Film Indonesia.

Perjalanan organisasi ini memang penuh  liku. Seiring musim berganti dan tahun berlalu,  sejak zaman Jepang dan orde baru.   Sejak zaman reformasi dan era digital bertalu,  sejak Ratno Timur, Yeni Rachman, Gatot Brajamusti, Marcella Zalianty jadi ketua umum atau orang nomor satu, kepengurusan PB PARFI  terkesan masih terkotak-kotak belum bersatu. Kehadiran Alicia Djohar sebagai Ketum PB PARFI  melalui kongres yang dipercepat dan kongres luar biasa pada 10 Maret 2020  lalu, diharapkan semua bisa bersatu. Tak ada lagi PARFI 56, PARFI Kuningan, atau PARFI p versi lainnya yang berseteru. Itulah harapan dan mimpi Alicia Djohar ketua yang baru.

Alicia Djohar, mantan Ratu Kebaya Bogor dan artis kawakan ini begitu terpilih menjadi Ketua PB PARFI  pada Kongres Parfi ke-16, langsung bekerja maraton melaksanakan tugas. Sebelum pelantikan semua harus beres, bersih dan tuntas. Diawali dengan pembentukan pengurus yang melibatkan orang muda dan baru maupun  pemain lawas. Demi memajukan PARFI ia rela waktu dan tenaganya terkuras. Akhirnya artis kawakan yang membintangi banyak film  layar lebar di era 1970 - 1980 an itu pun merasa puas. PB PARFI  pimpinannya  untuk periode 2020-2025 diakui pemerintah dan  dari Kemenkumham telah mendapatkan legalitas.

Sejak meninggalnya  Ketua PB PARFI hasil Kongres ke-15  Gatot Brajamusti, konflik dan perpecahan di tubuh PARFI seakan tiada henti. Timbul 2 kubu yaitu PARFI 56  dan PARFI Kuningan yang semua mengklaim bahwa terbentuknya sudah sesuai AD ART organisasi. Kubu PARFI-56 pimpinan Marcella Zalianty, dan PARFI Kuningan  pimpinan Andry. Dengan SK No.000930198 AH/2020 dari Kemenkumham yang sudah dikantongi, Alicia Djohar mengharapkan dan menyeru semua bersatu lagi demi memajukan PARFI .

Berdasarkan SK tersebut, kini PB PARFI  sudah terdaftar resmi sebagai organisasi wadah insan film di lembaran negara. Apalagi dengan telah dikukuhkannya pengurus PARFI  pusat  pada pelantikan tanggal 24  November 2020  di Jakarta, seharusnya organisasi PARFI lain tak ada. Termasuk PARFI di daerah sudah didemisionerkan dan  harus melakukan pemilihan kembali sesuai aturan yang ada. Itulah salah satu yang disampaikan Sekretaris Umum PB PARFI periode 2020 - 2025 Gusti Randa di Amarossa.

Sementara itu PARFI Jabar, akibat kisruh di pusat turut terkena imbasnya. Silih bergantinya pengurus pusat sebelum habis masa jabatannya, dan konflik  di PB PARFI  membuat PARFI  di daerah - daerah termasuk Jabar mengalami dilema. Bingung harus berkiblat ke pengurus mana. Hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. harus ada penyelesaian yang bijaksana.

Adalah Dewi Parta, seorang pelaku wirausaha, mencoba menjadi pemrakarsa. Mengaku tanpa ambisi apa- apa, apalagi ingin menjadi ketua, berniat ingin menyelesaikan persoalan yang ada. Maka masih di bulan November 2020 Dewi memfasilitasi pertemuan antara pengurus PARFI pusat dan pengurus PARFI Jabar di Bandung, tepatnya di Hotel Amarossa. Namun tanpa disangka dan diduga, seperti  diakuinya, oleh PB PARFI  dan beberapa pengurus pusat serta daerah Dewi Parta malah ditunjuk sebagai Ketua PD PARFI Jabar menggantikan Ainun ketua lama.

Dewi yang pada awalnya ditugaskan sebagai koordinator untuk memilih kandidat ketua dan pengurus lainnya malah langsung ditunjuk sebagai ketua. Penunjukkan wanita bernama lengkap Hj. Dewi Rusmanah Partadisastra ini selain  sempat membuat banyak orang ragu pada awalnya, juga dianggap  tidak sah dan melanggar  aturan yang ada. Kelemahannya tercatat 2 perkara.

Pertama,  Dewi Parta bukan berasal dari kalangan artis. Selama ini Dewi dikenal sebagai  pebisnis. Kalau bukan dari kalangan artis, bagaimana Dewi bisa mengerti pekerjaan dan dunia artis. Kedua,  sebagai Ketua PD PARFI Jabar  terjadi karena melalui penunjukkan langsung bukan melalui mekanisme pemilihan oleh anggota secara demokratis.Berawal dari sini banyak juga orang  yang  memandang sinis. Namun Dewi Parta  tetap tersenyum dan tak menggubris. Yang jelas ia akan membuktikannya dalam karya nyata bukan sekedar janji manis.

" Itu biasa dalam suatu organisasi. Saya tak peduli tapi pandangan mereka saya hormati. Inilah demokrasi. Saya ditunjuk karena pengurus PARFI Jabar sudah expired alias mati suri. Anggotanya sudah tak tentu dan sudah banyak yang lari," jelas Dewi yang didampingi Purnama dan Veny yang masing-masing sebagai sekertaris dan bendahara acara pelantikan PD PARFI Jabar yang akan digelar tak lama lagi.

Dewi Parta sebagai Ketua PD PARFI Jabar periode 2020-2025 menurut  Avry Joe,  Kahumas PARFI pusat,  sudah kuat dan  sah karena sudah diterbitkan SK pengangkatannya dan akan diberikan pada saat pelantikan. Avry juga memberikan arahan  yang  perlu dilakukan oleh Dewi Parta  agar segera membentuk susunan  kabinet sebagai kelengkapan administrasi dan melakukan audiensi ke unsur pemerintahan. Selain bertujuan mensosialisasikan pengurus PARFI Jabar yang  baru, eksistensinya, juga meminta untuk jadi pembina dari unsur Muspida mulai dari Gubernur Jabar,  Kapolda, Pangdam III Siliwangi, DPRD  dan  Kepala Kejaksaan.

Tak bisa mengelak akhirnya Dewi Parta pun mau menerima. Padahal semula  ia hanya ingin menjadi pemrakarsa. Penunjukannya itu kalau terbukti Dewi nanti dilantik dan dikukuhkan sesuai rencana, namanya tercatat sebagai pengurus PARFI bukan dari kalangan artis film layar lebar,  tapi wanita pengusaha. Hal itu sesuai  dengan AD ART yang baru bahwa yang menjadi pengurus tidak harus dari kalangan artis film namun terbuka untuk  umum asal mampu bekerja.

Wanita yang menyukai lagu-lagu romantis dan kelahiran Bandung  ini mengaku tipe orang "lari" atau suka gerak cepat,  tak bisa diam apalagi pasif dan apatis. Tipikalnya ini  tentu menjadi nilai tambah dalam bekerja jadi lebih fokus karena  latar belakangnya yang bukan dari kalangan artis.

Setelah  susunan pengurus lengkap dan sudah dilakukan pelantikan, Dewi Parka bersama rekan pengurus lainnya akan bekerja keras dengan melakukan program-program terobosan.

"Kami akan gaet anak-anak muda  artis YouTubers, selegram  dan tiktoker masuk anggota PARFI Jabar. Ini sudah tuntutan zaman sesuai era digital mereka kita sasar. Jabar punya potensi besar. Alhamdulillah program kami ini disambut baik oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jabar. Jadi sekarang tidak terpaku yang masuk jadi anggota PARFI harus artis film layar lebar" jelas Dewi semangat.

Bukan hanya itu, Dewi Parka dkk juga akan mengangkat senj budaya Jawa Barat yang sangat beraneka ke  film layar lebar sehingga generasi kita mengenal , menghargai dan menjunjung tinggi budaya daerahnya.

"Saya prihatin anak-anak kita, bangsa kita begitu  gandrung terhadap drama Korea, tapi dengan drama kita mereka tidak suka. Karena itu nanti kita juga akan meminta para importir film agar membuat film  sendiri karya anak bangsa dan bermuatan budaya Nusantara khususnya dari Tatar Sunda," Ungkap wanita yang senang  berpenampilan casual ini.

Seabreg program memang sudah bersarang di kepala Ketua PARFI Jabar yang tinggal menunggu pelantikan ini.  Di antaranya dia pun akan menggaet  "bintang" dari kalangan militer masuk di kedalam kepengurusan. Untuk itu agar langkahnya mantap dan semua program kerjanya berjalan sesuai yang direncanakan, sekarang saja walau belum pelantikan Dewi sudah melakukan pembenahan.  Rajin bersilaturahmi dengan semua kalangan , konsolidasi dan kunjungan-kunjungan. 

Ketiadaan dana tidak menjadi halangan dan alasan untuk tidak bekerja.Karena itulah terobosan-terobosan  diperlukan bukan hanya untuk uji coba, atau sekedar tebar pesona, tapi tentunya sesuai impiannya adalah untuk mensejahterakan anggota dan menjadikan film sebagai ketahanan budaya bangsa. Kita tunggu saja kiprahnya  memberi kontribusi yang signifikan di kancah dunia perfilman Indonesia.


Penulis: Jurnalis Tabloid Harapan Rakyat Indonesia

loading...
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: PARFI Jabar, Apa Kabar Setelah Dianggap Bubar Rating: 5 Reviewed By: Rajawali Selatan